Untuk apa teroris meninggalkan kartu identitas atau membawa identitas. Ini misi teror bukan urus administrasi? Lucu sekali terutama kasus Charlie Hebdo sampai kasus bom bunuh diri di Gereja Katolik Santo Yosep sama lucunya "tinggalkan kartu identitas". Ingat ! kalau mau aksi teroris jangan lupa tinggalkan kartu identitas kalian di tempat kejadian minimal menyimpan di kartu identitas saat anda ditangkap agar kalian mudah diketahui bahwa anda orang Islam membom gereja, hehehehehe.... Jangan lupa tinggal identitas diri anda sebagai muslim biar orang Islam dituduh sebagai teroris. Sama hal tersangka pengebom gereja Santo Yosef Medan dengan identitas sebagai muslim tapi KTP abal-abal dengan RT 000 RW 000.
Kejanggalan Dua (Solo karir atau di suruh orang? Mana Yang Benar)
Bukan hanya musik ada yang namanya solo karir tapi di ajang teror meneror yaitu seperti apa yang dikemukakan di TEMPO.CO, Jakarta - Menteri
Koordinator Politik, Hukum, dan Keamanan Wiranto mengatakan pelaku teror
bom di Gereja Katolik Santo Yosep, Medan, Sumatera Utara, IAH, tidak
bergabung dengan jaringan teroris mana pun. Menurut dia, aksi yang
dilakukan pemuda berusia 17 tahun tersebut adalah inisiatifnya sendiri.
"Hasil pendalaman aparat keamanan, dia tak masuk ke jaringan teroris.
Solo karier ya," ujar Wiranto di kompleks Istana Kepresidenan, Senin, 29
Agustus 2016.
| Teroris bawa KTP ? dengan pisau dapur? |
Tapi Kompas muncul berita, IAH (18), pelaku teror di Gereja Katolik Stasi Santo Yoseph, Medan,
mengaku melakukan aksi atas suruhan orang tak dikenal. IAH dijanjikan
uang Rp 10 juta untuk menyerang gereja. "Informasi yang ada, terkait dengan masalah iming-iming anggaran Rp
10 juta. Kalau kamu mau uang, kamu lakukan ini," kata Kepala Biro
Penerangan Masyarakat Divisi Humas Polri Brigjen Pol Agus Rianto di Kompleks Mabes Polri, Jakarta, Selasa (29/8/2016). Lah?? mana informasi yang benar dari pejabat yang berwenang???
Kejanggalan Tiga (Pelaku Bom Diri dibayar setelah melakukan Aksi)
Ini logika apa? bagaimana membayar kepada pelaku bom bunuh diri? Untuk apa dibayar orangnyya akan mati kok. Coba pakai otak anda! Tapi menurut JAKARTA, KOMPAS.com, IAH bertemu dengan orang tak dikenal itu pada Kamis (25/8/2016). Orang tersebut menawarkan uang Rp 10 juta dengan syarat pelaku harus melakukan penyerangan ke Gereja Katolik Stasi Santo Yoseph. Targetnya adalah gereja, bukan orang tertentu di dalamnya. Saat pertemuan itu, orang tak dikenal menyerahkan black powder sebagai amunisi untuk meledakkan bom.
(Baca: Pelaku Teror di Gereja Medan Belajar Rakit Bom dari Internet)
Namun, orang tak dikenal itu baru akan menyerahkan uang jika IAH sudah melaksanakan apa yang telah diarahkan. "Uangnya belum keterima, tetapi pelaku sudah terkena masalah itu," kata Agus.
Saat ini, polisi masih melakukan pemeriksaan terhadap pelaku. Sejumlah saksi sudah diperiksa, seperti pihak keluarga IAH, Pastor Albret S Pandiangan yang terluka karena serangan, serta jemaat yang melakukan ibadah di gereja tersebut. (Baca: Polisi: Pelaku Penyerangan di Gereja Disuruh Seseorang)
Kejanggalan Empat (Kambing Hitam)
Setelah pelaku bom IAH dinyatakan sebagai aktor solo karir, kemudian muncul pernyataan disuruh orang lain dan dibayar, sekarang muncul lagi pernyataan Tito Karnavian sebagai Kapolri menyatakan bom Gereja Santo Josep Medan otak pelakunya adalam Bahrun Naim. Tito Karnavian yang saat menjabat sebagai Kapolda Metro Jaya pada saat
bom Sarinah juga menuduh Bahrun Naim sebagai otak pelaku. Suatu suprise Bahrun Naim yang katanya di Suriah mempunyai hubungan langsung dengan seorang pemuda kristen untuk menjadi teroris. Seorang kristen membom gereja? yang membawa bahan peledak(mercon?) lengkap pisau dapur. Teroris pisau dapur.
'Silahkan berpikir ! jangan mau dibodohi terus, kecuali pikiran anda memang tidak merdeka.
0 komentar:
Posting Komentar