Selasa, 30 Agustus 2016

Tidak perlu ikut Amnesti Pajak sebelum Rezim Jokowi ikut Tax Amnesti

Tax Amnesty (TA) sejak awal digembar gemborkan untuk memulangkan dana-dana milik pengusaha yang disimpan di luar negeri. Lalu? anda yakin pihak pengusaha nasionalisme bodong itu mau membeberkan uangnya, tentu tidak!  bahkan walau meminta pihak Singapura misalnya untuk membeberkan dana simpanan mereka tentu mereka tidak mau.  Sampai kapanpun orang Singapura tidak akan membeberkan data keuangan orang Indonesia yang ada di Singapura.

Namun akhir-akhirnya Tax Amnesti mulai diarahkan ke masyarakat menengah ke bawah, berbagai promosi dan banner disebarkan di berbagai instansi, kantor-kantor terutama bank tentang keutamaan Tax Amnesti.  Kenapa mesti diarahkan ke masyarakat kecil juga? apakah misi Tax Amnesti untuk dana luar yang parkir sudah selesai?  Benarkah wajib pajak dari  pengusaha konglomerat sudah jujur ke pemerintah RI? 

Memang aneh rezim Jokowi yang sok merakyat, sebaiknya Jokowi mundur saja karena kebijakan rezim ini cenderung menekan rakyat kecil saja, misal kenaikan tarif dan harga, belum lagi janji-janji yang lebih banyak tidak ditepati.  Tidak perlu jauh-jauh mengambil conteoh tax amnesti silahkan mulai di diri Jokowi, Jusuf Kalla dulu kemudian diikuti Anggota DPR / MPR, Ketua Lembaga Tinggi Negara, Para Meneteri, Pejabat Negara setingkat Dirjen, Gubernur, Bupati, Walikota, Jaksa, Hakim, Pengusaha nasional, Politisi, Jenderal, Polisi, dll.  Berikan saja bukti real biar masyarakat luas melihatnya.  Jangan tajam ke bawah tapi tumpul ke atas.  Beri contoh !!

Enak saja suruh rakyat kerja-kerja lalu kalian di sana cuma ingin penerimaan negara secara instan lewat menekan rakyat lewat peraturan.  Apa bedanya aksi preman resmi? kasihan masyarakat yang dihimpit kesulitan ekonomi akibat kenaikan harga tarif sana sini masih ditekan.  


0 komentar: