Sabtu, 25 April 2015

Pembantaian Paus dan Lumba-Lumba sebuah Ritual Tahunan di Kepulauan Faroe

thepetitionsite.com
Jangan sebut Greenpeace di kepulauan Faroe Denmark, di sini ada ritual kuno tahunan yaitu menggiring dan membunuh Lumba-Lumba dan Orca (Paus Pembunuh).  Ritual ini memiliki sejarah yaitu tercatat sejak 1584 dilakukan pertama kali.   Ada 23 teluk penangkapan Orca untuk enam distrik di hasil tangkapan daging dan lemak yang dibagikan kepada penduduk.  

ecowatch.com
Sebuah acara dimulai ketika nelayan atau feri lepas pantai melihat kerumunan lumba-lumba. Dan lumba-lumba(Orca) digiring ke sebuah teluk dengan perahu atau dengan jet ski dan ditarik ke pantai dan dimulai acara pembantaian dengan menggancunya lubang semburnya  dan sumsum tulang belakang dipotong dengan pisau.
 
starfiretor.com

Orang-orang yang berpartisipasi pembantaian Orca ini harus lulus tes sebelum mereka berpartisipasi dalam ajang pertumpahan darah.  Menteri Perikanan mengumumkan bahwa pada Mei 2015 semua orang mengambil bagian dalam acara pembantaian ini harus mengambil kursus yang diatur undang-undang dan prosedur yang benar berkaitan dengan grinds, dan hanya mereka yang memiliki lisensi membunuh yang diizinkan di acara penuh darah ini. Mereka akan mendapatkan pelatihan dalam penggunaan alat menombak, menggancu dan memotong yang akan diizinkan pada 2015, gancu biasanua itu lubang hidung dan tombak untuk menusuk tulang belakang.  Mereka diberi kemampuan untuk mengenali sinyal kematian (tidak membuat hewan lebih menderita, agar relevan dianggap bukan suatu pembunuhan sadis).
 
pinterest.com

Grinds paling biadab  baru-baru ini terjadi 30 Juli 2010 ketika 267 paus pilot yang didorong ke Teluk Fuglafjørður.   Laporan mengatakan bahwa hanya empat orang yang tersedia(memiliki izin membunuh) untuk membunuh hewan yang sedang panik ini. Selama lebih dari 90 menit, mereka ditahan di teluk dengan diiringi kebisingan perahu-mesin dan mereka menggancu lubang sembur sampai mereka semua dibantai.
businessinsider.com

Sebenarnya acara tahunan ini sudah sering diberi petisi / protes namun di sana sudah dianggap legal dan sudah dianggap adat istiadat di kepulauan tersebut.  Bahkan ribuan orang telah menandatangani petisi namun  Pemerintah Denmark / Kepulauan Faroe mengabaikan mereka.   Banyak yang berpendapat bahwa paus dan lumba-lumba yang mereka sembelih bukan milik mereka dan khusus untuk dibunuh karena hewan liar di lautan  bukan milik untuk diperlakukan dengan sekehendak hati semena-mena. 
map faroe Island - commons.wikimedia.org


 


0 komentar: