Jumat, 10 April 2015

Teknologi Sedot Data KPU? Atau Sharing Data? Maling Data? Apa benar Canggih?

Politikus Nasional Demokrat Akbar Faizal membuat surat yang ditujukan ke Deputi Kantor Staf Kepresidenan Yanuar Nugroho. Nyatanya, isi surat yang mengkritik Kepala Staf Kepresidenan Luhut Binsar Pandjaitan tersebut bocor ke publik. Alhasil, isi surat yang bernada menyerang iu menjadi perbincangan ramai di media social.  Ada satu frase yang cukup menggelitik yaitu Sedot sedotan hasil KPU.


Juga proposal beliau tentang sistem IT beliau yang cukup memarkir mobil di depan KPU dan seluruh data2 bisa tersedot. Kami di Jl. Subang 3A –itu markas utama pemenangan Jokowi Mas– terkagum2 membayangkan kehebatan teknologi Pak LBP sekaligus mengernyitkan dahi tentang proses kerja penyedotan data tadi. Sy yg pernah menjadi wartawan senyum-senyum saja sebab sedikit paham soal IT. 

Senyumanku semakin melebar saat membaca jumlah dan yg dibutuhkan utk pengadaan teknologi sedot-menyedot tadi. Dalam hal massa, tercatat 2 kali LBP mengumpulkan masy Batak di Medan dan Jkt utk mendukung Jokowi-JK.
 
(Republika, Kamis, 20 Jumadil Akhir 1436 / 09 April 2015

Menarik perbincangan di sosial media tentang katanya pakai teknologi sedot dalam Pilpres kemarin.   Di sini kami pakai cara berpikir biasa saja, tidak perlu  jelimet.

Pertama
Andai KPU mempunya server lokal untuk entri data dan tidak berhubungan langsung dengan web server bagaimana cara hack dari luar??  itu bukan sedot namanya, tapi kemungkinan ada orang dalam KPU yang share lokal server atau melakukan penyusupan untuk meletakkan alat untuk mem bypass system, .......caranya mudah kok pake WIFI sejenisnya.  (Jika ini benar maka ada kecurangan sistematis)

Kedua
Apa yang disedot? apakah hasil rekapitulasi? atau data sementara yang belum dihitung?  Jika mengubah data sudah terpampang di KPU Pusat akan cepat ditemui kejanggalan karena ada data pembanding di Daerah, maka untuk urusan sedot-sedot  / tangani dulu data dari daerah sebelum masuk KPU pusat karena nanti terjadi ketimpangan data.  (Jika ini benar maka ada kecurangan sistematis)


Ketiga
Jika memakai teknologi yang canggih maka tidak perlu parkir mobil segala depan KPU, tunjukkan kemampuan hack server KPU lewat jaringan internet misal hack KPU saat numpang Buang Air di WC tetangga atau di atas pohon mangga. (ini berhubungan dengan poin pertama.)

Keempat
Memakai sistem apapun atau proxy keamanan apapun, jika orang-orang yang terlibat proses rekapitulasi ada yang tidak benar maka sistem keamanan apapun hampir ga ada gunanya.  (Jika ini benar maka ada kecurangan sistematis)

Kelima
Apasih yang disedot?? file jpg? pdf?  lalu mengubahnya? lalu re push kembali ke server?? klo benar itu bukan teknologi canggih.

Penulis ZJ (seorang Blogger)

0 komentar: