Minggu, 31 Mei 2015

Air Minum Kemasan Lebih Menyehatkan ? atau hanya mitos?

courtessy : trendhuntercom
Kebutuhan air minum  adalah kebutuhan primer dan di jaman penuh kesibukan, alasan kepraktisan kadang sulit dihindari termasuk dalam hal memperoleh air minum yaitu memilih air kemasan plastik (air mineral red.).   Mungkin banyak di antara kita mempersepsikan air minum kemasan sebagai pilihan sehat sama seperti persepsi iklan-iklan yang menyerbu pikiran kita tiap hari, namun  yang jelas belum ada bukti ilmiah bahwa air kemasan lebih baik atau lebih sehat bagi tubuh  kita.

Perlu kita ketahui bahwa botol air kemasan terbuat dari bahan kimia PET (Polyethylene Terephthalate ) .  PET botol plastik bukan hanya dipakai di air kemasan tapi juga banyak terdapat pada produk lain yang berbahan plastik.  PET ini dapat di daur ulang.

A. Yang menganggap berbahaya 

Dan dalam kurun waktu lama PET adalah bahan pembuat botol air kemasan plastik dan dianggap aman.   Namun  bukti baru menunjukkan bahwa PET, belum tentu tidak berbahaya.  Para ilmuwan di Universitas Goethe di Frankfurt menemukan bahwa senyawa estrogenik (gangguan hormonal terutama wanita) terdapat pada  resapan dari plastik PET ke dalam air.  Dan dikhawatirkan pula jika masih ada bahan kimia lain yang belum teridentifikasi dalam plastik tersebut yang mungkin memiliki potensi mengganggu estrogen dan hormon reproduksi.   

"Apa yang kami temukan adalah benar-benar mengejutkan kami," kata Wagner (seorang peneliti). "Jika Anda minum air dari botol plastik, maka anda memiliki probabilitas tinggi sedang meminum senyawa estrogenik."

Penelitian ini menambah keprihatinan tentang produk yang  kemasannya berbahan  plastik, kata Shanna Swan, seorang ahli epidemiologi di University of Rochester Sekolah Kedokteran dan Kedokteran Gigi di New York.    

 Natural Resources Defense Council (NRDC),  telah melakukan review empat tahun terhadap  industri air kemasan dan menemukan air kemasan  tidak lebih aman atau lebih menyehatkan,  temuan lain yang juga dikonfirmasi dalam studi terpisah oleh University of Geneva.   NRDC lanjut menyimpulkan bahwa 25 persen dari air yang mereka diuji sebenarnya hanya air keran dalam botol.   Studi juga menunjukkan bahwa air kemasan mungkin lebih buruk bagi kesehatan kita karena bahan kimia botol kemasan PET (Polyethylene Terephthalate ) bisa bercampur dengan air isinya, dan jika dikonsumsi dari waktu ke waktu dapat menyebabkan ketidakseimbangan hormon. 

B. Yang menganggap tidak berbahaya

Penelitian menunjukkan bahwa PET tidak menimbulkan resapan bahan kimia yang bersifat  estrogenic seperti BPASebuah studi terbaru dari University of Pisa berjudul "Skrening aktivitas estrogen - air mineral yang tersimpan dalam botol PET, disimpulkan bahwa sampel botol PET tidak menunjukkan aktivitas estrogenik yang cukup. Sederhananya, tidak ada hubungan antara BPA dan PET.   PET  dikenal sebagai PETE ditetapkan sebagai bahan yang bisa didaur ulang,  aman tidak mengandung BPA.  

Keterangan 
BPA, yang merupakan singkatan dari bisphenol-A, adalah salah jenis lain dari plastik yang disebut polikarbonat, yang paling sering ditemukan dalam wadah plastik yang modelnya kaku, dan bisa juga ditemukan di perangkat elektronik.

C.  Kesimpulan
  • Karena masih kontroversi maka jangan terlalu sering mengkonsumsi air minum kemasan (bukan hanya air kemasan tapi berbagai produk lain yang menggunakan kemasan plastik.).
  • Hindarkan botol minuman yang berbahan PET terpapar langsung sinar matahari karena dikhawatirkan panas menimbulkan reaksi kimia antara plastik dengn air, 

Bibliografi :
http://www.abc.net.au/science/articles/2009/04/29/2555698.htm
http://en.wikipedia.org/wiki/Phthalate
http://io9.com/how-to-recognize-the-plastics-that-are-hazardous-to-you-461587850
http://www.factsonpet.com/frequently-asked-questions/
http://en.wikipedia.org/wiki/Talk%3APolyethylene_terephthalate
http://www.ilsi.org/europe/publications/r2000pac_mat1.pdf

0 komentar: