![]() |
| courtessy : trendhuntercom |
Kebutuhan air minum adalah kebutuhan primer dan di jaman penuh kesibukan, alasan kepraktisan kadang sulit dihindari termasuk dalam hal memperoleh air minum yaitu memilih air kemasan plastik (air mineral red.). Mungkin banyak di antara kita mempersepsikan air minum kemasan sebagai pilihan sehat sama seperti persepsi iklan-iklan yang menyerbu pikiran kita tiap hari, namun yang jelas belum ada bukti ilmiah bahwa air kemasan lebih baik atau lebih sehat bagi tubuh kita.
Perlu kita ketahui bahwa botol air kemasan terbuat dari bahan kimia PET (Polyethylene Terephthalate ) . PET botol plastik bukan hanya dipakai di air kemasan tapi juga banyak terdapat pada produk lain yang berbahan plastik. PET ini dapat di daur ulang.
A. Yang menganggap berbahaya
Dan dalam kurun waktu lama PET adalah bahan pembuat botol air kemasan plastik dan dianggap aman. Namun bukti baru menunjukkan bahwa PET, belum tentu tidak berbahaya. Para ilmuwan di Universitas Goethe di Frankfurt menemukan bahwa senyawa estrogenik (gangguan hormonal terutama wanita) terdapat pada resapan dari plastik PET ke dalam air. Dan dikhawatirkan pula jika masih ada bahan kimia lain yang belum teridentifikasi dalam plastik tersebut yang mungkin memiliki potensi mengganggu estrogen dan hormon reproduksi.
"Apa yang kami temukan adalah benar-benar mengejutkan kami," kata Wagner (seorang peneliti). "Jika Anda minum air dari botol plastik, maka anda memiliki probabilitas tinggi sedang meminum senyawa estrogenik."
Penelitian ini menambah keprihatinan tentang produk yang kemasannya berbahan plastik, kata Shanna Swan, seorang ahli epidemiologi di University of Rochester Sekolah Kedokteran dan Kedokteran Gigi di New York.
Natural Resources Defense Council (NRDC),
telah melakukan review empat tahun terhadap industri air kemasan dan
menemukan air kemasan tidak lebih aman atau lebih menyehatkan, temuan lain yang
juga dikonfirmasi dalam studi terpisah oleh University of Geneva. NRDC
lanjut menyimpulkan bahwa 25 persen dari air yang mereka diuji
sebenarnya hanya air keran dalam botol. Studi juga menunjukkan bahwa
air kemasan mungkin lebih buruk bagi kesehatan kita karena bahan kimia
botol kemasan PET (Polyethylene Terephthalate ) bisa bercampur dengan
air isinya, dan jika dikonsumsi dari waktu ke waktu dapat menyebabkan
ketidakseimbangan hormon.
B. Yang menganggap tidak berbahaya
Penelitian menunjukkan bahwa PET tidak menimbulkan resapan bahan kimia yang bersifat estrogenic seperti BPA. Sebuah studi terbaru dari University of Pisa berjudul "Skrening aktivitas estrogen - air mineral yang tersimpan dalam botol PET, disimpulkan bahwa sampel botol PET tidak menunjukkan aktivitas estrogenik yang cukup. Sederhananya, tidak ada hubungan antara BPA dan PET. PET dikenal sebagai PETE ditetapkan sebagai bahan yang bisa didaur ulang, aman, tidak mengandung BPA.
Keterangan
BPA, yang merupakan singkatan dari bisphenol-A, adalah salah jenis lain dari plastik yang disebut polikarbonat, yang paling sering ditemukan dalam wadah plastik yang modelnya kaku, dan bisa juga ditemukan di perangkat elektronik.
C. Kesimpulan
- Karena masih kontroversi maka jangan terlalu sering mengkonsumsi air minum kemasan (bukan hanya air kemasan tapi berbagai produk lain yang menggunakan kemasan plastik.).
- Hindarkan botol minuman yang berbahan PET terpapar langsung sinar matahari karena dikhawatirkan panas menimbulkan reaksi kimia antara plastik dengn air,
Bibliografi :
http://www.abc.net.au/science/articles/2009/04/29/2555698.htm
http://en.wikipedia.org/wiki/Phthalate
http://io9.com/how-to-recognize-the-plastics-that-are-hazardous-to-you-461587850
http://www.factsonpet.com/frequently-asked-questions/
http://en.wikipedia.org/wiki/Talk%3APolyethylene_terephthalate
http://www.ilsi.org/europe/publications/r2000pac_mat1.pdf

0 komentar:
Posting Komentar