Jumat, 05 Juni 2015

Selisih 300 perak / liter. nasionalisme disimpen di dalam saku celana dulu

Credit : pensare.com
Menarik judul postingan teman ini, dia sudah menikah dan sudah punya anak tentu cara berpikirnya tidak se masa bodoh dengan pecandu dogma politik yang belum ada tanggungan keluarga soal perbedaan harga.  Tapi mungkin itu maksud bukannya tidak nasionalis tapi hanya sebuah potret lampiasan unek – unek  ketidakpuasan atas gejolak harga yang semakin menderah masyarakat dari rezim liberal, rezim pro asing.  Tapi bagi yang masih terhipnotis oleh dogma pro rakyat bullshit serta  buta realitas masyarakat yang penting syahwat memuja politikus terlampiaskan, mungkin akan bilang  “hei! nasionalisme murah banget bos!”.  Hehehehe…  padahal yang murah nasionalisme itu adalah kalian – kalian yang sibuk mempromosikan orang-orang yang mengabaikan kepentingan masyarakat seakan-akan pasal 33 UUD 1945 bukan dasar perekonomian Indonesia lagi. 

Berikut daftar harga BBM di SPBU Pertamina, Shell (harga menurut berubah sesuai wilayah):SPBU Pertamina
- Pertamax 92: Rp9.300 per liter
- Pertamax Plus 95: Rp10.200 per liter
- Pertamina Dex: Rp11.900 per liter

SPBU Shell
- Shell Super: Rp9.100 per liter
- Shell V-Power: Rp10.300 per liter
- Shell Diesel: Rp11.800 per liter

Sumber: liputan6


Di tengah liberalisme ekonomi seperti sekarang, kanaikan BBM Rp. 300 bukanlah perkara remeh, bukan masalah 300 perak itu,  tapi efek domino yang akan menyertai kenaikan di semua bahan kebutuhan lain seperti harga beras yang menjadi bahan makanan pokok menjadi rekor buruk tertinggi sejarah republik ini ada di rezim ini.  Satu hal yang sudah lazim terjadi jika harga-harga lain yang menyertai naiknya BBM seakan enggan turun.

Apalagi komentar pihak Menteri SDM di TV One tadi pagi 1/6/2015 seakan-akan masyarakat sebagai beban negara dalam sebagai alasan naik BBM … hohohoho….emang negeri nenek moyang kalian?  Nah berlawanan dengan komentar dengan teman tadi yang satu ini adalah manusia otak yang seperti zombie politik, umumnya mereka adalah pemuja politikus, korban dogma politik pro rakyat, cukup sering diskusi dengan orang seperti ini, manusia-manusia yang buta hati nurani penyembah jokowi.  Umumnya mereka sombong tapi otak rendahan, silahkan acuhkan saja orang seperti ini.
contoh komentar jokowers jika membalas kritikan tentang kenaikan BBM - foto : pensare.com
terima kasih telah membaca artikel ini  
https://www.facebook.com/pensareindonesia

0 komentar: