![]() |
| courtessy : instagramkusu.com |
Islam yang di bawa oleh Muhammad tentu beda dengan ajaran Syiah, dan ajaran Syiah muncul setelah Nabi Muhammad SAW wafat. Ini fakta tidak terbantahkan dimanapun literatur sejarah kalian cari. Berikut ini ulasan singkat tentang Sejarah :
Ajaran Islam (Ahlu Sunnah)
Aqidah Ahlus Sunnah wal Jama’ah oleh Rosulullah Nabi Muhammad SAW, dinamakan dengan Ahlus Sunnah karena pengikutnya senantiasa berpegang teguh kepada Sunnah Rosulullah, dan dinamakan juga dengan Al Jama’ah karena pengikutnya adalah merupakan mayoritas pemeluk Islam yang bersatu dalam kebenaran dan tidak berpecah belah di dalamnya, mereka senantiasa mengikuti konsep para pemimpin kebenaran dan tidak pernah menyelisihi mereka dalam satu perkarapun di bidang masalah aqidah. (Al Mausu’ah Al Muyassaroh Fil Adyan wal Madzahib wal Ahzab Al Mu’ashiroh, DR. Mani’ Al Juhani 1/40)
Ahlussunnah ialah orang yang berpegang teguh dengan Al-Quran dan Sunnah Nabawiyah baik perbuatan dan perkataan. (Ahmad Haris Suhaimi, TausyīqusSunnah baina Imām Isyna 'Asyariyah wa Ahlus Sunnah, (Mesir: Dār as-Salām, 2008), Hal.116.).
“…dan ummatku akan terpecah menjadi 73 ajaran / kelompok, semuanya dalam Neraka kecuali satu ajaran/kelompok.” Para sahabat bertanya: “Siapakah kelompok itu wahai Rosulullah?” beliau menjawab: “Kelompok yang ajarannya sesuai dengan ajaranku dan para sahabatku.” (HR. Tirmidzi dan dihasankan oleh Syekh Al Albani).
Ajaran Islam (Ahlu Sunnah)
Aqidah Ahlus Sunnah wal Jama’ah oleh Rosulullah Nabi Muhammad SAW, dinamakan dengan Ahlus Sunnah karena pengikutnya senantiasa berpegang teguh kepada Sunnah Rosulullah, dan dinamakan juga dengan Al Jama’ah karena pengikutnya adalah merupakan mayoritas pemeluk Islam yang bersatu dalam kebenaran dan tidak berpecah belah di dalamnya, mereka senantiasa mengikuti konsep para pemimpin kebenaran dan tidak pernah menyelisihi mereka dalam satu perkarapun di bidang masalah aqidah. (Al Mausu’ah Al Muyassaroh Fil Adyan wal Madzahib wal Ahzab Al Mu’ashiroh, DR. Mani’ Al Juhani 1/40)
Ahlussunnah ialah orang yang berpegang teguh dengan Al-Quran dan Sunnah Nabawiyah baik perbuatan dan perkataan. (Ahmad Haris Suhaimi, TausyīqusSunnah baina Imām Isyna 'Asyariyah wa Ahlus Sunnah, (Mesir: Dār as-Salām, 2008), Hal.116.).
“…dan ummatku akan terpecah menjadi 73 ajaran / kelompok, semuanya dalam Neraka kecuali satu ajaran/kelompok.” Para sahabat bertanya: “Siapakah kelompok itu wahai Rosulullah?” beliau menjawab: “Kelompok yang ajarannya sesuai dengan ajaranku dan para sahabatku.” (HR. Tirmidzi dan dihasankan oleh Syekh Al Albani).
Ajaran Syiah
Perkataan Syiah
dari sudut bahasa bermaksud satu kumpulan atau kelompok manusia (firqah
wa jama`ah). Perkataan Syiah apabila disandarkan kepada seseorang, ia
akan membawa maksud pengikut dan pembantunya (atba`uh wa ansaruh). (Ibn
Manzur t.t: 33/188-189; Ibrahim Mustafa t.t: 1/503) Sebagai contoh;
“Syiah Ali” bermaksud “pengikut dan penyokong Ali”.
Adapun dari segi Istilah, mereka adalah suatu kelompok yang mengaku mengikuti Ali bin Abi Thalib, padahal sesungguhnya mereka tidak mengikutinya dengan sebenarnya. Syi’ah lahir kepermukaan ketika seorang yahudibernama Abdullah bin Saba’ hadir dengan mengaku sebagai seorang muslim, mencintai Ahlul Bait (keluarga nabi), berlebih-lebihan di dalam menyanjung Ali bin Abi Thalib radhiyallahu ‘anhu, dan mendakwakan adanya wasiat baginya tentang kekhalifahannya, yang pada akhirnya ia mengangkatnya sampai ke tingkat ketuhanan.
Secara umum Syiah
merujuk kepada sesiapa yang mengutamakan Sayyidina Ali di atas tiga
sahabat Rasul yaitu Sayyidina Abu Bakar, Sayyidina Umar dan Sayyidina
Uthman. Bahkan syiah Imam-imam lebih utama dari Rasul Nabi Muhammad SAW
dan menganggap jibril salah menyampaikan wahyu yang semestinya kepada
Ali, ra.
Sa’ad Abdullah Al-Qummi pengarang buku Al-Maqalaat wal firaq mengaku dan menetapkan Abdullah bin Saba’ ini memang ada, dan menganggapnya orang yang pertama kali menobatkan keimaman (kepemimpinan) Ali bin Abi Thalib radhiyallahu ‘anhu dan ia juga termasuk orang yang pertama mencela Abu Bakar, Umar, Ustman dan sahabat-sahabat yang lainnya (Al-Maqaalat Wal Firaq, Al-Qummi hal : 10-21).
Begitu juga An-Naubakhti dalam bukunya Firaqus syi’ah hal : 19-20, dan Al-Kusysyi dalam bukunya yang terkenal Rijalul-Kusysyi hal : 170-171. Dan bahkan di antara ulama kontemporer mereka; Muhammad Husein Al Zain berkata: “Apapun kenyataannya, sesungguhnya pria ini, yang dimaksud Ibnu Saba’ adalah nyata di alam wujud, dialah yang menampakkan pengkultusan, sekalipun sebagian Syi’ah mengingkarinya dan menganggapnya sebagai tokoh yang fiktif…adapun kami; menurut penelitian terakhir yang tidak kita ragukan lagi, bahwa ia memang ada dan begitu pula pengkultusannya.” (Asy Syi’ah fit Tarikh, hal: 213).
Begitu juga An-Naubakhti dalam bukunya Firaqus syi’ah hal : 19-20, dan Al-Kusysyi dalam bukunya yang terkenal Rijalul-Kusysyi hal : 170-171. Dan bahkan di antara ulama kontemporer mereka; Muhammad Husein Al Zain berkata: “Apapun kenyataannya, sesungguhnya pria ini, yang dimaksud Ibnu Saba’ adalah nyata di alam wujud, dialah yang menampakkan pengkultusan, sekalipun sebagian Syi’ah mengingkarinya dan menganggapnya sebagai tokoh yang fiktif…adapun kami; menurut penelitian terakhir yang tidak kita ragukan lagi, bahwa ia memang ada dan begitu pula pengkultusannya.” (Asy Syi’ah fit Tarikh, hal: 213).
Dalam kitab al-Milal wa al-Nihal, al-Shahrastani menyebut bahwa Abdullah bin Saba’ adalah orang yang bertanggungjawab mengasaskan kumpulan Syiah yang pertama bergelar Saba’iyyah. Dia pernah berkata kepada Ali r.a., “Kamu ialah kamu”, maksudnya kamu Tuhan. Lalu dia telah dihalau ke Mada’in. Dikatakan dia adalah seorang Yahudi yang telah memeluk Islam. Ketika masih Yahudi, dia pernah mendakwa bahawa Yusha‘ bin Nun adalah wasi bagi Nabi Musa a.s., sama seperti yang dikatakan terhadap Ali r.a.. Dialah yang pertama mengeluarkan pendapat wajib pimpinan bagi Ali r.a., dan dari sinilah muncul berbagai jenis pelampau Syiah (ghulah). Mereka mendakwa Ali r.a. tidak mati, padanya terdapat sebahagian zat ketuhanan. Dialah yang wujud di sebalik awan, guruh itu suaranya dan petir itu pukulannya. Ia kemudiannya akan turun ke bumi, lalu memerintahnya dengan penuh keadilan, sebagaimana bumi itu dipenuhi kejahatan. (Al-Shahrastani 1404h: 1/174).
List Daftar :
Syiah bukan Islam (1) : Perbedaan Sejarah
Syiah bukan Islam (2) : Perbedaan Masalah Ketuhanan
Syiah bukan Islam (3) : Perbedaan Mengenai Kitab Suci
Syiah Bukan Islam (4): Perbedaan Pandangan Tentang Nabi Muhammad SAW
Syiah bukan Islam (5) : Perbedaan Rukun
Syiah bukan Islam (6) : Perbedaan Tempat Suci
Syiah bukan Islam (7) : Perbedaan Kepemimpinan
syiah bukan islam (8) : perbedaan tentang ahlul bait (keluarga rasulullah)
Syiah bukan Islam (9) : Perbedaan Pandangan tentang Ilmu Ghaib
syiah bukan islam (10) : Pandangan terhadap Sahabat Rasul
Syiah bukan Islam (11) : Tentang Nikah
syiah bukan islam (12) : Imam Mahdi Islam memerangi Dajjal sedangkan Imam Mahdi Syiah Adalah Dajjal Al Qaim.

0 komentar:
Posting Komentar