Jumat, 03 Juli 2015

Islam Nusantara jemaahnya akan Menunaikan Ibadah Haji Ke Gunung Bawakaraeng ?

Islam Nusantara menjadi trending topik akhir-akhir ini,  yang kini ramai diberitakan di media massa dan aktif dipromosikan oleh Menteri Agama Lukman Hakim Syaifuddin yang lebih mengarahkan aturan main Islam tunduk kepada budaya lokal, berarti ajaran Islam lah yang mesti disesuaikan dengan adat istiadat di nusantara ini.


Karena Islam Nusantara lahir di indonesia maka jamaknya atau semestinya ritual-ritualnya disesuaikan dengan Nusantara.  Terbetik di pikiran di mana kira-kira dedengkot JIN dan umat Islam Nusantara ini menunaikan ibadah haji?  maka pikiran penulis menerawang ke gunung Bawakaraeng dimana tempat ini sejak dulu "tersiar kabar" sebagai tempat beberapa golongan masyarakat sebagai tempat ritual haji.
Siaga Haji Gunung Bwakaraeng (photo : travel.detik.com)

Jadi nantinya dedengkot dan umat JIN (Jaringan Islam Nusantara)  melakukan ritual ibadah haji memakai sarung atau koteka dan lari-lari kecilnya dari safa - marwa di ganti dengan dengan lari dari puncak gunung bawakaraeng ke puncak gunung Lompobantang, jangan lupa bawa buah petai, jengkol sebagai makanan penahan dingin.  Jangan lupa pakai baju merah sepanjang hari biar penunggu gunung asyik menggoda kalian karena sesama  jin.

Menurut mucerms, setiap hari raya Idul Adha, beberapa warga dari berbagai daerah menuju ke puncak Bawakaraeng untuk melakukan salat Idul Adha dan ritual. Mereka datang sehari sebelum hari raya dan bermalam di puncak dengan bekal dan pakaian seadanya. Esok subuh, mereka pun memulai salat Idul Adha dan ritual. Mereka memberikan sesajian - sesajian untuk mencari berkah dan keselamatan: gula merah untuk mencari manisnya dunia, kelapa untuk mencari nikmatnya dunia, lilin untuk mencari terangnya dunia, dan sebagainya.
Ritual Bawakaraeng - (Photo : mucerms)
Meskipun banyak pendapat yang mengatakan bahwa warga ke puncak Bawakaraeng untuk melaksanakan ibadah haji, tapi pendapat tersebut dibantah oleh Tata Rasyid, penjaga dan penolong Bawakaraeng. Dia menegaskan, " Yang benar itu warga naik ke puncak untuk lebaran haji, bukan naik haji. Naik haji itu di Mekkah."

Keterangan
Gunung Bawakaraeng berada di wilayah Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan. Di lereng gunung ini terdapat wilayah ketinggian, Malino, tempat wisata terkenal di Sulawesi Selatan. Secara ekologis gunung ini memiliki posisi penting karena menjadi sumber penyimpan air untuk Kabupaten Gowa, Kota Makassar, Kabupaten Bantaeng, Kabupaten Bulukumba dan Kabupaten Sinjai.
Bawakaraeng bagi masyarakat sekitar memiliki arti sendiri. Bawa artinya Mulut, Karaeng artinya Tuhan. Jadi Gunung Bawakaraeng diartikan sebagai Gunung Mulut Tuhan.Penganut sinkretisme di wilayah sekitar gunung ini meyakini Gunung Bawakaraeng sebagai tempat pertemuan para wali. Para penganut keyakinan ini juga menjalankan ibadah haji di puncak Gunung Bawakaraeng setiap musim haji atau bulan Zulhijjah, bersamaan dengan pelaksanaan ibadah haji di Tanah Suci. Tepat tanggal 10 Zulhijjah, mereka melakukan salat Idul Adha di puncak Gunung Bawakaraeng atau di puncak Gunung Lompobattang. (wikipedia)

0 komentar: