Sabtu, 14 Januari 2017

Maaf! Ahok Jarot Tamat, hampir dipastikan Kalah di Pilkada DKI 2017



Pensare, Jakarta - Di sosial media banyak yang sebar Polling yang konstituennya tidak jelas yang memenangkan pasangan Ahok Jarot.   Tapi fakta sehari-hari dari penulis sebagai warga Jakarta bahwa strategi politik  cagub / Cawagub  Agus Silvy lebih berpeluang menang karena dekat RT RW,  perlu diketehui bahwa RT RW bisa menjadi motor kampanye yang efektif karena lebih dekat ke masyarakat, terbukti pamplet, spanduk dukungan untuk cagub / Cawagub  Agus Silvy lebih menonjol di pemukiman padat penduduk di Jakarta.   Sedang Ahok dari kemarin sudah bermusuhan dengan RT RW lebih dekat ke pemodal serta banyak membuat komentar yang kontradiktif menyakiti hati sebagian orang Jakarta.  Sedangkan pasangan cagub / Cawagub  Anies Baswedan / Sandi-Uno lebih dekat ke orang terpelajar dan UKM (Usaha kecil Menengah). 

Tahun 2017 bukan 2012
Di tahun 2012 motor pemenangan pasangan Cagub / Cawagub Jokowi Ahok memang  sangat masif dan pandai memainkan opini untuk membuat stigma buruk pasangan lawannya.   Mulai dari internet, iklan TV, sampai Buzzer di Sosial Media sangat ramai mempromosikan Jokowi Ahok.  Namun sekarang keadaan sudah terbalik, banyak kebijakan Ahok yang melawan masyarakat bawah secara tidak adil seperti penggusuran, Ahok menyalahi janji, dll.  Dan sekarang masyarakat sudah melihat kenyataan dan fakta apa yang dijanjikan Jokowi Ahok dan Ahok Jarot.

Mesin Politik PDIP di Jakarta Tidak bergerak
Dukungan politik di tingkat Nasional memang mendukung Ahok dan Jarot, tapi di tingkat Pilkada Jakarta tidak kelihatan gerakan politik  dari PDIP malah partai PPP kubu janz farids yang sempat terdengar dukung Ahok.

Buzzer Pencitraan Ahok Semakin Konyol, Dibenci  dan Tidak simpatik
Mungkin anda pernah melihat postingan seseorang di Sosial Media yang tiap hari yang memuja Ahok secara berlebihan.   Buzzer ini malah sangat tidak simpatik kebanyakan Islamophobia mengejek Islam yang merupakan agama terbesar yang dianut warga Jakarta, setali tiga kelakuan Ahok dengan buzzer yaitu liberal, Islamophobia.

0 komentar: