Pensare, Jakarta - Di sosial media banyak yang sebar
Polling yang konstituennya tidak jelas yang memenangkan pasangan Ahok Jarot. Tapi fakta sehari-hari dari penulis sebagai
warga Jakarta bahwa strategi politik cagub / Cawagub Agus Silvy lebih berpeluang menang karena
dekat RT RW, perlu diketehui bahwa RT RW
bisa menjadi motor kampanye yang efektif karena lebih dekat ke masyarakat,
terbukti pamplet, spanduk dukungan untuk cagub / Cawagub Agus Silvy lebih menonjol di pemukiman padat
penduduk di Jakarta. Sedang Ahok dari kemarin sudah bermusuhan
dengan RT RW lebih dekat ke pemodal serta banyak membuat komentar yang kontradiktif menyakiti hati sebagian orang Jakarta.
Sedangkan pasangan cagub / Cawagub Anies Baswedan / Sandi-Uno lebih dekat ke
orang terpelajar dan UKM (Usaha kecil Menengah).
Tahun 2017 bukan 2012
Di tahun 2012 motor pemenangan
pasangan Cagub / Cawagub Jokowi Ahok memang
sangat masif dan pandai memainkan opini untuk membuat stigma buruk
pasangan lawannya. Mulai dari internet, iklan TV, sampai Buzzer di
Sosial Media sangat ramai mempromosikan Jokowi Ahok. Namun sekarang keadaan sudah terbalik, banyak
kebijakan Ahok yang melawan masyarakat bawah secara tidak adil seperti
penggusuran, Ahok menyalahi janji, dll.
Dan sekarang masyarakat sudah melihat kenyataan dan fakta apa yang
dijanjikan Jokowi Ahok dan Ahok Jarot.
Mesin Politik PDIP di Jakarta Tidak bergerak
Dukungan politik di tingkat Nasional memang mendukung
Ahok dan Jarot, tapi di tingkat Pilkada Jakarta tidak kelihatan gerakan
politik dari PDIP malah partai PPP kubu
janz farids yang sempat terdengar dukung Ahok.
Buzzer Pencitraan Ahok Semakin Konyol, Dibenci dan Tidak simpatik
Mungkin anda pernah melihat
postingan seseorang di Sosial Media yang tiap hari yang memuja Ahok secara
berlebihan. Buzzer ini malah sangat tidak simpatik
kebanyakan Islamophobia mengejek Islam yang merupakan agama terbesar yang
dianut warga Jakarta, setali tiga kelakuan Ahok dengan buzzer yaitu liberal,
Islamophobia.
0 komentar:
Posting Komentar