Selasa, 24 Maret 2015

Gimmick, trik tipuan pemasaran dan politik

courtessy : idegue--news.blogspot.com
Gimmick(tipuan) merupakan faktor X strategi pemasaran suatu produk (barang ataupun jasa) atau bahkan politik dengan menggunakan cara-cara yg tidak lazim serta kontroversional sehingga produk tersebut cepat dikenal masyarakat karena faktor X tersebut.

Gimmick tidak mempersoalkan tingkat pendidikan seseorang, karena IQ seseorang bukanlah patokan kecerdasan intuisi dan visi seseorang.  Hampir semua bisa
dimanipulasi.  Selamat datang di dunia pop gimmick ! Dalam pemasaran, gimmick adalah membuat  fitur khusus yang unik atau aneh yang membuat sesuatu yang "menonjol" dari barang lain. 
Dalam pemasaran produk, gimmicks kadang dianggap hanya hal baru , namun tidak benar-benar relevan dengan fungsi produk, kadang-kadang bahkan mendapatkan konotasi negatif. Namun, beberapa gimmicks tampaknya sepele dari masa lalu telah berevolusi menjadi berguna menjadi fitur permanen.


Gimmick untuk mensukseskan produk sering dianggap bagian penting dari proses pemasaran. Sebagai contoh, sikat gigi sering diberikan berbagai gimmick dalam bentuk warna-warna cerah, pegangan-pegangan mudah, atau warna-berubah bulu sehingga mereka tampak lebih menarik untuk konsumen . Hal ini sering dilakukan ketika mencoba untuk menarik anak-anak atau orang dewasa lebih bersemangat membeli.  (wikipedia, http://en.wikipedia.org/wiki/Gimmick).

courtessy : www.ubergizmo.com
Pelaku gimmick kadang memanfaatkan ketakutan konsumen untuk mencitrakan suatu produk, misalnya minyak goreng X bebas kolesterol plus ditambah vitamin A dan D.  Jika dipikir sampai kiamat tidak ada minyak goreng dari produk tumbuhan yang mengandung cholesterol kecuali anda menambahkan, dan perlu anda ketahui minyak goreng produk tumbuhan mengandung "Fitosterol" bukan cholesterol dan kebanyakan minyak tumbuhan mengandung vitamin A dan D apa perlunya fortifikasi atau penambahan vitamin yang sudah ada?.

Dalam dunia politik tidak lepas dari gimmick tapi lebih rumit tapi bukan berarti tidak bisa ditelusuri motifnya, media massa adalah master manipulasi opini masyarakat, mereka menggiring opini fansboy dan fansgirl yang tidak punya wawasan menjadi agen gimmick sukarela untuk partai politik dan tokoh politik.  Hal-hal biasa kadang digambarkan melebihi fakta padahal kondisi umumnya tidak melebihinya tidak lebih sekedar menawarkan angan-angan kosong tentang kesejahteraan rakyat.

Membahas tentang Gimmick dalam cinta, penulis tidak berani menulis banyak, karena yakin para pembaca punya trik khusus dan sangat pengalaman soal ini, namun pada prinsip mereka bisa langsung cara A untuk maksud B tapi mereka membuat produk cinta sampai anda mirip kerbau cinta yg menunggu masa jagal.

diakhir tulisan tidak ditarik kesimpulan tapi disarankan membaca hal filsuf Indonesia Ronggi Warsito :
menyaksikan zaman gila, 
serba susah dalam bertindak,
 ikut gila tidak akan tahan, 
tapi kalau tidak mengikuti (gila),tidak akan mendapat bagian,kelaparan pada akhirnya, 
namun telah menjadi kehendak Allah,sebahagia-bahagianya orang yang lalai,akan lebih bahagia orang yang tetap ingat dan waspada.   
http://id.wikipedia.org/wiki/Rangga_Warsita



Penulis Muhammad Irwan

0 komentar: