![]() |
| Pembantaian Sipil Oleh Milisi Syiah (kiblat.net) |
Isu ISIS mengemuka di media akhir-akhir ini, penggorengan opini dicuatkan untuk pengalihan inti persoalan permasalahan bangsa ini serta ketidakmampuan rezim jokowi JK mengelola negara ini dengan baik. Rezim dan media yang berafiliasi dengan pemerintah ingin mengangkat isu “musuh bersama” diharapkan dapat mengurangi tensi kegalauan masyarakat akibat kebijakan pemerintah yang anti rakyat (bukan pro rakyat), kasus-kasus korupsi yang membelit rezim seperti skandal korupsi Ahok dan Jokowi.
Seberbahaya apakah ISIS dan simpatisannya bagi Republik Indonesia dibandingkan dengan isu-isu lain misal PKI Komunis, OPM Papua Merdeka dan Syiah? Atau mana yang lebih berpotensi bikin chaos? ISIS atau Syiah? Atau isu ISIS cuma diciptakan sebagai kambing hitam dari isu-isu ketidakstabilan ekonomi, politik, dan hukum di tanah air yang tengah menjerat pemerintahan Jokowi-JK yang justru tidak menunjukkan pro rakyat sesuai jargonnya? Apakah ISIS (Daulah Islamiyah) sudah tingkat berbahaya di Indonesia sekarang ini? Jawabannya tidak.
![]() |
| Eksekusi tentara Syiah oleh ISIS |
Mantan Panglima TNI (purn) Djoko Santoso menanggapi sinis terkait kekhawatiran dengan adanya ISIS di Indonesia. Ia juga meminta masyarakat agar waspadai kalau hal tersebut merupakan pengalihan isu belaka. “Apa ada orang Irak di sini. Ini kan bukan tanahnya orang Irak, itu satu pengalihan perhatian dari masalah yang dihadapi bangsa ini,” kata Djoko seperti dilansir dari Okezone, Selasa (12/8/2014).
Ia pun tak meragukan kalau ISIS itu hanya sekadar pengalihan isu dari
berbagai persoalan yang sedang terjadi di negeri ini, di mana kebetulan
tengah sibuk dengan urusan pemilihan presiden dan wakil presiden serta
pemberantasan korupsi. “Itu bagian dari bentuk pengalihan, tapi kita juga harus tetap
waspada gitu ya. Bukan kita mengabaikan, tapi juga mewaspadai itu
pengalihan isu juga,” tegasnya.
![]() |
| Isu lebih krusial, pangkalan militer Amerika telah mengelilingi Indonesia, suatu trik umum sebelum menyerang negara lain seperti halnya di Timur Tengah. |
APAKAH ISIS sebagai suatu ancaman krusial saat ini? jawabannya tidak.
Alasan pertama, para pendukung ISIS tidak termotivasi untuk menciptakan chaos di wilayah Indonesia. Mereka lebih termotivasi berhijrah ke wilayah yang dikuasai Daulah Islamiyah (sebagian wilayah Suriah dan Irak) untuk hidup di bawah naungan Khalifah dan berjihad di sana. Menurut informasi yang dikutip dari Kompas, diperkirakan sekitar 514 warga negara Indonesia (WNI) sudah hijrah dan bergabung dengan Daulah Islamiyah.
Alasan kedua, ISIS tidak sama dengan kelompok-kelompok yang meledakkan bom di Indonesia, ISIS menganut perang terbuka dan terang-terangan. Apakah kalian sudah melihat pergerakan pasukan ISIS. Tentu tidak! Karena sudah pasti ada berita pertempurannya dengan TNI.
Alasan ketiga, musuh utama ISIS yaitu orang syiah dan Amerika dkk, namun mereka belum melakukan teror sistematis di Indonesia yang bisa membuat ISIS bangkit di Indonesia, mengacu kejadian-kejadian awal dari konflik Timur Tengah.
Alasan keempat, kemampuan dan kelengkapan berperang para pendukung ISIS hampir tidak ada dibanding senjata yang dimiliki TNI dan Polri. Dan sebagian besar mereka sangat minim atau bahkan tidak mempunyai kemampuan berperang atau pengalaman berjihad di wilayah konflik di Indonesia dan luar negeri.
Alasan kedua, ISIS tidak sama dengan kelompok-kelompok yang meledakkan bom di Indonesia, ISIS menganut perang terbuka dan terang-terangan. Apakah kalian sudah melihat pergerakan pasukan ISIS. Tentu tidak! Karena sudah pasti ada berita pertempurannya dengan TNI.
Alasan ketiga, musuh utama ISIS yaitu orang syiah dan Amerika dkk, namun mereka belum melakukan teror sistematis di Indonesia yang bisa membuat ISIS bangkit di Indonesia, mengacu kejadian-kejadian awal dari konflik Timur Tengah.
Alasan keempat, kemampuan dan kelengkapan berperang para pendukung ISIS hampir tidak ada dibanding senjata yang dimiliki TNI dan Polri. Dan sebagian besar mereka sangat minim atau bahkan tidak mempunyai kemampuan berperang atau pengalaman berjihad di wilayah konflik di Indonesia dan luar negeri.
| Imigran China yang membanjiri Indonesia lebih berpeluang mengacaukan stabilitas negara, karena bisa menjadi proxy RRC menguasai Indonesia. |
Alasan kelima, Syiah lebih berpotensi daripada ISIS menimbulkan chaos di Indonesia, Syiah sudah mengawali ajarannya di Indonesia sejak tahun 1979, sehingga Syiah sudah tersebar di nusantara *)
Alasan keenam, Syiah lebih berpotensi daripada ISIS menimbulkan chaos di Indonesia, Syiah telah menguasai jantung pemerintahan NKRI dan di kantong kantong pemerintahan NKRI sementara ISIS berada sangat jauh dari Indonesia. *)
Alasan ketujuh, Syiah lebih berpotensi daripada ISIS menimbulkan chaos di Indonesia, Syiah bersinergi dengan Amerika sebagai perwakilan Nasrani dan Israil sebagai perwakilan Yahudi sedangkan ISIS tidak semua pergerakan dan negara islam mendukung keberadaanya. *)
Alasan keenam, Syiah lebih berpotensi daripada ISIS menimbulkan chaos di Indonesia, Syiah telah menguasai jantung pemerintahan NKRI dan di kantong kantong pemerintahan NKRI sementara ISIS berada sangat jauh dari Indonesia. *)
Alasan ketujuh, Syiah lebih berpotensi daripada ISIS menimbulkan chaos di Indonesia, Syiah bersinergi dengan Amerika sebagai perwakilan Nasrani dan Israil sebagai perwakilan Yahudi sedangkan ISIS tidak semua pergerakan dan negara islam mendukung keberadaanya. *)
keterangan *) Abu rusydan yang dimuat islampos.com
Menjadi pertanyaan besar kenapa pemerintah (dan media tentu saja) pada hari
ini mengesankan ISIS sebagai sebuah organisasi yang seolah sangat berbahaya
seperti hendak menghancurkan Republik Indonesia dalam waktu yang cepat secara
sistematis? Padahal isu kejahatan begal, korupsi, carut marut politik, gejolak
ekonomi, keadilan hukum, syiah, komunisme, Liberalisme, kemorosatan moral, dll sudah di depan mata?
Tantangan perang terbuka itu untuk menegaskan bahwa perjuangan Papua Merdeka tetap menjadi harga mati. Mereka menolak segala bentuk dialog serta membantah klaim dari Presiden Joko Widodo, bahwa Papua sudah aman. Kelompok separatis Organisasi Papua Merdeka (OPM) kembali menunjukkan eksistensinya. Meskipun berbagai kebijakan telah ditempuh pemerintah pusat, antara lain pemberian otonomi khusus, tetap saja keinginan untuk memisahkan diri dari Indonesia tidak pernah padam. Bahkan baru-baru ini, pimpinan OPM yang bermarkas di Lany Jaya, Papua, Puron Wenda dan Enden Wanimbo, melontarkan pernyataan serius. Mereka menantang Indonesia berperang secara terbuka.
"Mulai sekarang kami nyatakan perang revolusi total dari Sorong hingga Merauke, yakni perang secara terbuka terhadap semua orang Indonesia yang ada di tanah Papua," kata Enden Wanimbo, Jumat, 22 Mei 2015.
Untuk mendukung perang terbuka, organisasi yang berdiri sejak 1965 itu sudah mengumpulkan logistik seperti senjata dan amunisi. Mereka siap berperang demi meraih tujuan. Kolega Enden, Puron Wenda mengungkapkan alasan mengapa kelompoknya itu memilih perang terbuka. Menurut dia, Indonesia dianggap tidak bisa dipercaya.
"Komando OPM siap perang. Kami tak mau dialog yang diatur-atur Indonesia, yang suka tipu-tipu," ujarnya. Puron juga mengatakan, kelompoknya sedang menyiapkan persenjataan. Meski tak menyebutkan secara detil waktu perang terbuka itu, namun dia mengatakan, "Sekarang tinggal tunggu komando maka perang dimulai."
Puron meminta pemerintah Indonesia keluar dari seluruh tanah Papua. Karena, mereka akan terus berperang untuk Papua Merdeka. Dalam perang terbuka atau yang dinamai revolusi total dari Sorong sampai Merauke itu, kelompok OPM Puron Wenda dan Enden Wanimbo berupaya mengusir Indonesia dari Papua. Mereka tak hanya mengincar TNI-Polri, tapi juga seluruh masyarakat sipil non Papua. "Pengusaha, buruh bangunan, pegawai negeri orang Indonesia akan diusir, bukan hanya tentara atau polisi," kata Puron Wenda.
referensi bacaan :
https://www.islampos.com/tabligh-akbar-kudus-syiah-lebih-berbahaya-daripada-isis-172088/
http://www.kiblat.net/2015/03/25/ini-tiga-alasan-syiah-lebih-berbahaya-daripada-isis/
http://www.voa-islam.com/read/indonesiana/2015/03/23/36049/mengapa-syiah-jauh-lebih-berbahaya-bagi-nkri-dibandingkan-isis-ini-jawaban-ustadz-abu-rusydan/#sthash.ha4e2Wfy.dpbs
http://www.arrahmah.com/news/2015/03/24/syiah-lebih-berbahaya-dari-pada-isis.html
http://www.pkspiyungan.org/2015/03/senator-ri-berita-isis-indonesia-hanya.html
http://nasional.inilah.com/read/detail/2189029/dpd-isis-pengalihan-isu-carut-marut-polhukam
http://nasional.inilah.com/read/detail/2189029/dpd-isis-pengalihan-isu-carut-marut-polhukam
http://news.okezone.com/read/2014/08/12/337/1023128/waspada-isis-hanya-pengalihan-isu





1 komentar:
mungkin itu juga sebabnya arab saudi langsung berreaksi ketika al-houthi mendekati tanah arab saudi. syiah bukan islam...!
Posting Komentar