Sabtu, 28 Maret 2015

Rezim Jokowi : Memiskinkan pelan-pelan hingga tidak mampu memprotes kemungkaran politik

Sebelum jokowi jadi presiden, jargon pro rakyat meninabobokkan masyarakat awam, namun belakangan  ini rezim jokowi lebih cenderung dengan kebijakan ekonomi pasar bebas atau pro kapitalisme, mungkin para petinggi di negeri ini pada lupa pasal 33 UUD 1945 ya?.

Membungkam dengan Kemiskinan 


Strategi unik menggiring, mengontrol, membungkam masyarakat agar hanya fokus urusan perut dengan trik memainkan harga dan tarif.  Hingga masyarakat malas mengkritik kemungkaran politik. Inilah salah satu trik perbudakan modern dari tangan wong cilik berhati kapitalis. 

Sudah menjadi jamak di negeri ini terjadi kenaikan harga-harga baik sandang maupun pangan.  Arah kebijakan pemerintah tidak jelas untuk meredam gejolak harga yang membelit. Masyarakat dibungkam dengan lilitan persoalan ekonomi sehari-hari, dimiskinkan pelan-pelan supaya rakyat hanya fokus berpikir bagaimana cari makan besok dan bila ada seorang yg berfikir politik atau mengkritik pemerintah mungkin teman lain berkata "bisa aja luh! nggak usahlah mikir politik ini itu, cari makan aja sudah susah gini kok", silahkan teliti opini sekitar anda.  Selamat datang di Dunia Perbudakan Modern.

Membungkam dengan Pencitraan / Dominasi Media Massa

 











  1. Mungkin bukan hal aneh di media sosial atau bahkan media mainstream ada orang seperti di cuci otak mencitrakan tokoh pujaannya sampai ber busa-busa memainkan opini pembodohan padahal kondisi realitas di masyarakat justru bertolak belakang.  
  2. Media cenderung menutup berita hal-hal yang mengkritik pemerintah misalnya demo-demo mahasiswa akhir-akhir ini,  apakah suatu hal kebetulan, media mainstream seperti seragam tidak memberitakan?
  3. Siapa yang menjadi objek pembodohan? yaitu masyarakat awam, yang cuma ikut-ikutan beropini bahkan tidak sadar menularkan awamnya.
Membungkam Lawan Politik serta Isu Teroris
Anda mungkin sudah tahu kasus PPP dan Golkar dimana pemerintah dianggap terlalu mencampuri urusan partai.  Ini tentang bagaimana rezim menggerogoti lawannya politiknya dari dalam.  

Umat Islam di Indonesia sudah mendapat tembakan dengan isu ISIS, isu wahabi yang dimotori BNPT dan kaum syiah.  Bahkan perilaku memata-matai mesjid sudah merupakan hal menghina, namun dipastikan isu-isu seperti ini akan sukses karena banyak orang awam ikut menggoreng opini-opini dan tidak sadar ikut menutupi isu PKI, OPM, DOM, Liberalisme, Syiah, yang lebih krusial  bisa menimbulkan gangguan keamanan.

Ditulis oleh : Muhammad Irwan Bachrie

0 komentar: