Di sosial media atau sedang browsing, terkadang kita melihat iklan memperbesar “si otong” dan merapatkan “si pintu enak”. Anda bisa bayangkan jika kedua jenis kelamin berlomba-lomba untuk mencapai hasil maksimal dengan berbagai cara termasuk penggunaan obat atau ramuan lalu mereka menikah. Kita garis bawahi “satu yang memperbesar dan satu merapatkan”.
Sekelebat pikiran, mengingat film-film orang ingin memasuki bangunan tua dan membuka pintu tua yang bertahun-tahun tidak dibuka dengan paksa. Bunyinya gemerisik engsel pintu karena dipaksa dibuka dan lama tidak dibuka. Tapi itu hanya fantasi ga penting. Yang jelas secara logika benda besar dimasukkan ke lubang rapat atau sempit akan mengalami kesukaran, atau bisa jadi kedua bisa iritasi seperti karat pintu yang jarang di buka.
Image otong besar menjadi semacam lambang keperkasaan, dan itulah ladang cari uang. Bisnis image perkasa, atau ketakutan otong dianggap kecil mendorong membeli produk. Cuma sedikit pikiran nyeleneh kenapa tidak ada ramuan atau obat memperkecil penis?, alaah ini hanya pikiran penulis ga pusing nilai besar vs kecil. Coba pikirkan bagaimana jika menjual obat memperkecil penis? Ya kita sudah berpikir mana laku? Yang penulis juga mengatakan kurang yakin obat itu laku. Walau bisnis kadang membutuhkan hal unik, tapi ini adalah jualan unik yang tidak penting. Kenapa tidak penting karena menentang persepsi umum, kecuali si penjual bisa meyakinkan seluruh masyarakat bahwa penis sebesar lidih keren, berkelas bikin wanita ketagihan…hehehehehe..
Ngomong-ngomong tentang persepsi umum kita loncat hal lain sebagai pelajaran bahwa jangan menentang persepsi umum. Misal jepang menyerang Pear Harbour pangkalan militer Amerika di hawai pasific tahun 1941, dimana kala itu persepsi dunia mengatakan Amerika adalah macan tidur, jangan diganggu, tapi Jepang nekat gelap mata colek macan itu, dan hasil macan meludahi hiroshima dan nagasaki hingga Jepang harus menanggung kekalahan.
Baiklah kita kembali tentang bisnis memperbesar penis dan mempersempit vagina, semoga kalian yang masih jomblo tidak terlalu khawatir tentang ini, karena besar dan sempit itu relatif dari sudut pandang. Mengapa dikatakan relatif karena secara alamiah ada penis besar adapula penis kecil, ada vagina sempit adapula elastis cenderung melebar. Dan penis sedang bisa besar di mata pemilik vagina sempit dan penis besar bisa dianggap biasa saja ditangani vagina yang cenderung elatis melebar maksimal. Tapi secara umum vagina adalah fleksibel dan bisa mencengkengram yang besar dan kecil dan itulah kehebatan rancangan Allah Maha Pencipta yang mungkin banyak laki-laki tidak mensyukurinya. Terakhir yang sering luput kita diperhatikan adalah stamina laki-lak karena stamina adalah fondasi, yang suka main game perang tentu mengenal istilah "endurance" atau ketahanan dan kita ketahui ketahanan berasal dari stamina.
(terima kasih telah membaca tulisan campur sari ini)
0 komentar:
Posting Komentar