Ilustrasi oleh Clint Ford
Kurang dari setengah dari populasi dunia memiliki akses internet dan selebihnya sekitar empat miliar orang tidak berhubungan dengan internet. Insinyur di Google telah mencanangkan Project Loon dalam rencana besar untuk membawa Internet kepada semua orang di dunia. Dengan menggunakan jaringan balon di ketinggian tinggi yang memancarkan sinyal 4G LTE ke siapa pun yang menggunakan perangkat 4G memungkinkan petani di daerah terpencil dapat mengakses data cuaca; anak-anak pedesaan akan dapat mengejar pendidikan online; dan Google akan memiliki empat miliar lebih user yang akan menggunakan mesin pencarinya. Pada akhir tahun, Loon menargetkan memiliki 100 balon di stratosfer, sekitar 12,5 mil di atas kepala kita.
Cara Kerja1. Balon
Balon ini berisi gas yang tujuh kali lebih padat daripada helium, berbahan dari lembaran plastik polyethylene dengan tebal tiga milimeter yang sifatnya superpressure untuk mempertahankan tekanan konstan pada suhu yang berubah-ubah. Ukuran panjang dua belas meter dengan diameter 15 meter yang dirancang untuk menahan suhu serta bertahan selama 100 hari atau lebih sebelum insinyur membawanya turun untuk untuk pemeliharaan. Balon ini menggunakan panel matahari untuk mengisi baterai yang digunakan pada malam hari). Terdapat kotak elektronik yang mengatur sistem penerbangan, algoritma navigasi; sistem ketinggian kontrol, baterai dan beberapa radio dan antena untuk menerima dan menyampaikan sinyal 4G LTE.
2. Jaringan
Balon diibaratkan menara telekomunikasi regional yang memancarkan sinyal 4G LTE. Setiap balon berkomunikasi dengan puluhan puluhan balon dan membentuk jaringan global mesh yang selalu bergerak. Sebuah balon tunggal ibarati menara seluler di langit yang merelay sinyal ke wilayah di bawahnya. Kecepatan download bisa mencapai hingga 10 megabit per detik. Untuk perangkat 4G Google telah menguji konsep dengan Wi-Fi, namun rencana itu ditinggalkan karena sama saja membangun jaringan antena tanah berbasis juga. Dengan 4G LTE, masyarakat di daerah yang sangat terpencil dapat mengakses email dan internet pada ponsel saja.
Diketahui lapisan stratosfer angin bergerak dengan berbagai variasi, namun diprediksi oleh insinyur bahwa pergeseran balon ke atas atau ke bawah atau mengarah ke utara, selatan, timur, atau barat digunakan pemicu pompa onboard untuk mengatur balon di udara. Untuk meningkatkan keakuratannya mereka menggunakan algoritma berdasarkan National Oceanic and Atmospheric Administration, data prediksi angin, lalu mereka mendorong balon ke jalur yang benar dan di mana diperlukan.
Artikel ini awalnya diterbitkan dalam edisi April 2015 dari Popular Science Oleh Nick Davidson Dikirim 21 Mar 2015


0 komentar:
Posting Komentar