Trend 1 : Pemasaran berbasis Nilai
Aspek pemasaran bergerak dari fungsional-emosional ke pemasaran berbasis nilai. Mereka lebih fokus dengan visi, misi dan tidak perlu promosi ber busa-busa jika produk tidak mewakili kekuatan, karakter manusia dan nilai-nilai nyata di masyarakat. Merek harus dibangun secara realistis untuk mendapatkan kepercayaan dan keunggulan kompetitif. Harga harus sesuai nilai fitur.
Trend 2: Inovasi Pemasaran Hilir
Berbeda dengan masa sebelumnya yang lebih kreatif dan lebih fokus di hulu (produksi), sekarang dorongan berada di hilir (pemasaran). Perusahaan akan bereksperimen pada strategi pemasaran dimana sebelumnya orang-orang belajar membuat produk kemudian mencermati pemasaran, sekarang dibalik mencermati aspek pasar lebih dulu lalu buat produk dan ketika cukup respon masyarakat maka produk dikembangkan skala besar.
Trend 3: Gambar dan Video sebagai bahasa baru
Orang akan sedikit menulis dan klik lagi Sosial Media. Mereka akan mengungkapkan pikiran mereka, status mereka, situasi mereka, ide-ide mereka, tindakan mereka dengan gambar-diklik dan bersumber dari web. Merek perlu belajar berkomunikasi secara visual untuk menarik konsumen tersebut. Dan itu tidak hanya berarti mengekspresikan ide merek ke dalam gambar tapi menempatkan cerita melalui berbagai perspektif, meme, tipografy dengan ekspresi visual yang menarik bagi konsumen.
Trend 4: pemain E Commerce akan bergerak secara offline
Sementara merek membombardir ruang internet, tren sebaliknya juga akan tumbuh selanjutnya. Pemain ecomerce akan pindah menciptakan model-secara offline untuk menampilkan bisnis mereka. Bisa juga untuk lebih menampilkan berbagai produk mereka, atau untuk mendapatkan konsumen yang lelah membeli secara online langsung namun dapat di diversifikasi mencoba penjualan di lokasi fisik untuk menjangkau orang yang belum terbiasa beli online.
Trend 5: Pemasaran Realistis
Merek lebih akan terbuka dari sisi nyata di mata konsumen. Mereka berani menampilkan hal yang tidak sempurna tanpa dibuat-buat, karena hal tersebut akan membuat konsumen yang semula skeptis akhirnya percaya pada mereka. Merek akan terhubung lebih baik ke konsumen dengan merefleksikan semua hal otentik dan membuka tabir.
Trend 6: Berjuang sebagai Simbol Baru
Pemasar berjuang lebih keras untuk mendapatkan nilai plus di mata konsumen dimana produk adalah gaya hidup dan simbol kalangan atau segmen tertentu. Diskon kehilangan kemilau. tidak seperti jaman dulu diskon itu musiman tapi sekarang dijalankan sepanjang tahun. Berkat e-tailers, diskon mingguan, diskon tengah malam, promo diskon bulanan sudah fenomena sehari-hari. Sangat sulit menempatkan merek yang di cari-cari konsumen tanpa strategi pemasaran bermain harga.
Trend 7: Buatlah Cepat, Buatlah Sederhana, Buatlah Mudah
Satu-satunya cara untuk menangkap konsumen adalah membuat gaya hidup mereka lebih simpel dengan solusi lebih cepat. Antrian sulit ditoleransi di setiap lini bisnis tidak peduli apa nama besar perusahaan mereka. Perusahaan sulit menghapus banyak poin sakit hati pelanggan, berbagai cara bisa ditempuh untuk menghilangkan antrian misalnya menjadikan hal antri menjadi online.

0 komentar:
Posting Komentar