| pentolan syiah Indonesia, jalal. courtessy satuharapan.com |
1. Berani merendahkan Nabi Muhammad dan tidak takut kepada Allah, tapi gemar mengagungkan dengan mencatut nama seperti Husein, ra, Fatimah, ra, Ali, ra maka 100% dia orang syiah.
2. Suka adu domba Aswaja NU dengan orang - orang yang mereka anggap Wahabi, dengan topik bid'ah.
3. Jika anda tidak mendukung syiah dan tiba - tiba seseorang mencapnya anda sebagai wahabi, hampir dipastikan dia orang syiah.
4. Senang menjelekkan - jelekkan Arab Saudi, bahkan kebenciannya kepada Arab Saudi konotasikan kepada semua muslim yang tidak mendukung syiah. Syiah menganggap Arab Saudi adalah representatif semua muslim di dunia.
5. Suka menjelekkan jelekkan Muhammad bin Abdul Wahab.
6. Yang menentang syiah dianggap pembenci Ahlul Bait. (Lucu! padahal ahlul bait tidak mengajarkan dan tidak menganut ajaran syiah).
7. Mengaku Islam tapi sangat liberal mendukung tokoh liberal yang tidak mempersoalkan syiah seperti Jokowi, Ahok, Aqil Siradj dari PBNU, karena mereka anggap mereka mendukung Syiah.
8. Beranggapan orang yang tidak ingin Sunni dan syiah bersatu adalah orang wahabi atau salafi wahabi.
9. Sok membela Palestina dan menjelekkan umat Islam yang lain sebagai wahabi atau antek zionis maka hampir dipastikan dia Syiah.
10. Mengaku warga NU tapi senang mendiskreditkan umat Islam, maka kemungkinan besar dia orang Syiah atau minimal pendukung aliran liberal.
11. Suka membuat berita berlebihan kehebatan Iran.
12. Karena ajaran syiah punya doktrin makar yaitu Al - Wilayah maka orang syiah lebih pro Iran daripada Indonesia sendiri. Untuk menutupi alibinya maka mereka sibuk mendeklarisikan dirinya pro NKRI dan menjelekkan orang yang anti syiah sebagai anti NKRI serta antek Saudi, wahabi, ISIS.
13. Syiah hanya sholat hanya tiga waktu, yaitu dengan menjamakkan sholat Lohor dengan Ashar dan Maghrib dengan Isyak tanpa alasan yang jelas.
14. Sering menyebut nama Ya Ali atau Ya Husain (radhiyallahu ‘anhuma) ketika ditimpa sebarang musibah. Atau menggunakan gelar untuk nabi kepada keluarga Ali bin Abi Thalib yaitu as (alaihi salaam )
15. Gemar menggantung di dinding rumah mereka dengan gambar fantasi dua belas imam.
16. Gemar menggantung di dinding ucapan salam kepada Sayyidina Husain, Sayyidah Fatimah al-Zahra’ dan Ahlul Bait yang lain.
17. Mengadakan sambutan hari lahir imam-imam Ahlul Bait terpilih termasuk Wiladah Fatimah al-Zahra’ dan Wiladah Zainab al-Kubra.
18. Mengucapkan ‘alayhissalam atau ‘alayhassalam selepas setiap kali menyebut nama-nama imam Ahlul Bait seperti Imam Ali ‘alayhissalam, Fatimah ‘alayhassalam dan lain-lain.
19. Gemar menamakan anak-anak mereka dengan nama-nama Ahlul Bait seperti Fatimah al-Ma’sumah, Musa al-Kazim, Ali al-Ridha, Hasan ‘Askari dan lain-lain.
20. Sesetengah Syiah menyandarkan kalimah Abd kepada nama-nama imam Syiah untuk dinamakan kepada anak-anak mereka seperti Abdu Ali, Abdul Husain, Abdul Hasan, Abdul Ridha dan lain-lain.
21. Menyambut Hari Karbala’ pada setiap 10 Muharram dengan cara meratapi kesyahidan Sayyidina Husain dan menganggap bid’ah berpuasa Asyura pada hari tersebut seperti yang dilakukan oleh penganut Sunni.
22. Menyambut perayaan Hari Nairuz, iaitu perayaan bangsa Parsi terdahulu yang beragama Majusi.
23. Tidak menunaikan solat Jumaat kecuali untuk ihtiyath (berhati-hati) kerana Jumaat tidak wajib kecuali setelah munculnya Imam Mahdi. Jika ditunaikan, puak Syiah tetap akan mengerjakan Zuhur selepasnya.
24. Majoriti pengikut Syiah akan membawa al-Turbah al-Husainiyyah atau batu Karbala untuk diletakkan pada tempat sujud bagi tujuan sujud di atasnya. Jika tiada batu tersebut, Syiah akan sujud di atas apa jua yang berasal dari tanah seperti daun, kayu dan kertas.
25. Ketika berwudhuk, Syiah hanya menyapu kedua belah kaki tanpa membasuhnya seperti Sunni.
26. Tidak bersedekap ketika qiyam solat sebaliknya kedua-dua tangan dilepaskan.
27. Syiah akan bertakbir sebanyak tiga kali selepas memberi salam ketika selesai bersolat.
28. Syiah tidak akan menunjukkan penghormatan dengan menyebut ungkapan radhiyallahu ‘anhu atau radhiyallahu ’anha setiap kali menyebut nama para sahabat seperti Abu Bakar, Umar, Uthman, Mu’awiyah, Talhah, Zubair, Aisyah, Hafsah dan lain-lain.
29. Ketika berdoa, Syiah hanya berselawat ke atas Nabi Muhammad SAW dan ahli keluarga Baginda sahaja tanpa menyebut para sahabat.
30. Pada bulan Ramadhan penganut Syiah tidak terus berbuka puasa setelah azan maghrib, tetapi akan menunggu sehingga hari menjadi gelap.
31. Syiah tidak solat Tarawih bersama kaum Muslimin, kerana menganggapnya sebagai bid’ah yang direka oleh Umar al-Khattab.
32. Syiah menambah lafaz azan dengan menyebut Asyhadu anna Aliyyan waliyyullah dan Asyhadu anna ‘Aliyyan hujjatullah selepas Asyhadu anna Muhammadar Rasulullah. Begitu juga Syiah menambah Hayya ‘ala khairil ‘amal selepas Hayya ‘alal falah.
33. Dalam berpolitik, Syiah gemar memuji-muji pemimpin Iran terutamanya al-Khomeini, al-Khamenei dan Ahmadinejad.
34. Dalam ketenteraan, sering menjadikan tentera Syiah, Hizbullat di Lubnan yang diketuai oleh Hasan Nasrullah sebagai contoh ikutan.
35. Mengaku sebagai penganut bermazhab Ja’fari atau Mazhab Ahlul Bait.
36. Tidak shalat jum’at. Meskipun shalat jum’at bersama jama’ah, tetapi dia langsung berdiri setelah imam mengucapkan salam. Orang-orang akan mengira dia mengerjakan shalat sunnah, padahal dia menyempurnakan shalat Zhuhur empat raka’at, karena pengikut Syi’ah tidak meyakini keabsahan shalat jum’at kecuali bersama Imam yang ma’shum atau wakilnya.Pengikut Syi’ah juga tidak akan mengakhiri shalatnya dengan mengucapkan salam yang dikenal kaum Muslimin, tetapi dengan memukul kedua pahanya beberapa kali.
37. Pengikut Syi’ah jarang shalat jama’ah karena mereka tidak mengakui shalat lima waktu, tapi yang mereka yakini hanya tiga waktu saja.
38. Mayoritas pengikut Syi’ah selalu membawa At-Turbah Al-Husainiyah yaitu batu/tanah (dari Karbala – redaksi) yang digunakan menempatkan kening ketika sujud bila mereka shalat tidak didekat orang lain.
39. Jika Anda perhatikan caranya berwudhu maka Anda akan dapati bahwa wudhunya sangat aneh, tidak seperti yang dikenal kaum Muslimin.
40. Anda tidak akan mendapatkan penganut Syi’ah hadir dalam kajian dan ceramah Ahlus Sunnah. kecuali sedang taqiyah.
41. Anda juga akan melihat penganut Syi’ah banyak-banyak mengingat Ahlul Bait; Ali, Fathimah, Hasan dan Husain radhiyallahu anhum.
42. Mereka juga tidak akan menunjukkan penghormatan kepada Abu Bakar, Umar, Utsman, mayoritas sahabat dan Ummahatul Mukminin radhiyallahu anhum.
43. Pada bulan Ramadhan penganut Syi’ah tidak langsung berbuka puasa setelah Adzan maghrib; dalam hal ini Syi’ah berkeyakinan seperti Yahudi yaitu berbuka puasa jika bintang bintang sudah nampak di langit, dengan kata lain mereka berbuka bila benar-benar sudah masuk waktu malam. (mereka juga tidak shalat tarwih bersama kaum Muslimin, karena menganggapnya sebagai bid’ah).
44. Mereka berusaha sekuat tenaga untuk menanam dan menimbulkan fitnah antara jamaah salaf dengan jamaah lain, sementara itu mereka mengklaim tidak ada perselisihan antara mereka dengan jamaah lain selain salaf. Ini tentu tidak benar.
45. Anda tidak akan mendapati seorang penganut Syi’ah memegang dan membaca Al-Qur’an kecuali jarang sekali, itu pun sebagai bentuk taqiyyah (kamuflase), karena Al-Qur’an yang benar menurut mereka yaitu al-Qur’an yang berada di tangan al-Mahdi yang ditunggu kedatangannya.
46. Orang Syi’ah tidak berpuasa pada hari Asyura, dia hanya menampilkan kesedihan di hari tersebut.
47. Mereka juga berusaha keras mempengaruhi kaum wanita khususnya para mahasiswi di perguruan tinggi atau di perkampungan sebagai langkah awal untuk memenuhi keinginannya melakukan mut’ah dengan para wanita tersebut bila nantinya mereka menerima agama Syi’ah.
poin di atas beberapa poin juga diambil dari m.arrahmah.com/kajian-islam/inilah-15-ciri-pengikut-syiah-di-indonesia.html