![]() |
| source : www.examiner.com |
Ada banyak keuntungan karena berhenti merokok, termasuk mengurangi resiko penyakit jantung dan kanker dan kulit tampak lebih muda, namun manfaat yang kurang dikenal adalah tidak merokok itu dapat meningkatkan kemampuan memori kita dari yang sebenarnya dibanding jika anda merokok. Menurut sebuah studi oleh Northumbria University, merokok menyebabkan individu kehilangan sepertiga dari memori sehari-hari dan dari hasil test menunjukkan perokok jauh lebih buruk dalam tes memori.
Para peneliti juga menemukan bahwa menendang kebiasaan merokok dapat mengembalikan kemampuan untuk mengingat informasi lebih besar. Berhenti merokok dapat meningkatkan kekuatan memori anda. Bahkan penelitian mengejutkan bahwa perokok secara signifikan lebih buruk dalam tes memori dibandingkan mereka yang tidak merokok. Penelitian untuk menunjukkan bahwa merokok secara signifikan dapat mempercepat penurunan memori dan kemampuan kognitif.
Para peneliti menganalisis data berkelanjutan yang melibatkan hampir 8.800 peserta yang rata-rata 66 tahun, mayoritas dari mereka adalah perempuan. Mereka diberi tes yang mengukur tekanan darah, kadar kolesterol dan indeks massa tubuh (BMI), dan juga ditanya tentang kebiasaan merokok mereka. Peserta juga diuji untuk risiko mereka untuk stroke dan penyakit jantung, dan diberi tugas-tugas yang membantu mengukur memori dan kemampuan kognitif setelah periode follow-up empat tahun dan delapan tahun.
Apakah merokok menyebabkan penurunan IQ?
Sekarang, kami memiliki informasi tambahan yang menunjukkan merokok juga dapat menyebabkan kerusakan otak. Data terbaru menunjukkan bahwa merokok sebenarnya menurunkan kecerdasan perokok.
Sekarang, kami memiliki informasi tambahan yang menunjukkan merokok juga dapat menyebabkan kerusakan otak. Data terbaru menunjukkan bahwa merokok sebenarnya menurunkan kecerdasan perokok.
Sebuah studi di Skotlandia yang dilakukan oleh Dr. Lawrence Whalley dengan dukungan gabungan dari University of Aberdeen dan University of Edinburgh. Dr Whalley diuji ulang 465 peserta yang menyelesaikan survei kesehatan mental pada tahun 1947, ketika mereka berusia sebelas tahun. Para peserta dievaluasi antara tahun 2000 dan 2002, ketika mereka berusia sekitar 64 tahun.
| source : archives.drugabuse.gov |
Data menunjukkan bahwa perokok mendapat nilai lebih buruk dalam tes kemampuan berpikir dibanding mereka yang berhenti merokok atau mereka yang tidak pernah merokok. Ketika memasukkan variabel lain seperti tingkat pendidikan, pekerjaan dan penggunaan alkohol, maka kelompok perokok masih memiliki tingkat yang lebih rendah.
Merokok dapat mempengaruhi proses oksidasi neuron otak. Oksidasi adalah proses di mana sel-sel memperoleh energi dari oksigen. Otak membutuhkan cukup banyak oksigen untuk menjaga sel-sel berfungsi dan sehat. Penelitian ini tampaknya menunjukkan bahwa unsur-unsur dalam tembakau rokok menyumbat paru-paru dan mencegah oksigen yang cukup masuk sistem. Jika memang benar bahwa rokok menyebabkan kurang oksigen untuk mencapai otak, dapat menyebabkan kematian dini sel-sel otak yang diperlukan, menurunkan kemampuan perokok untuk berpikir.
bibliography
http://theconversation.com/heavy-drinking-and-smoking-in-middle-age-accelerates-cognitive-decline-15979
http://www.cbsnews.com/news/smoking-tied-to-declines-in-memory-cognitive-abilities/
http://psychologists.blogspot.com/2006/09/does-smoking-cigarettes-cause-drop-in.html

0 komentar:
Posting Komentar