Selasa, 23 Juni 2015

Keturunan Ahlul Bait dengan Keturunan Yazid membentuk Keluarga Besar

courtessy : kisahmuslim.com
Sengaja kami menelaah unsur sejarah dari hubungan Yasid, ra dengan Husein, ra dan ahlul bait.  Jika salah tidak terlalu sulit menelusuri karena dianggap suatu bagian sejarah.  Dan tentu sosok Yazid adalah figur dianggap paling kotor jika membaca beberapa artikel syiah tentang peristiwa Karbala.  Tapi mari tinjau dari sisi sejarah jika salah silahkan luruskan.

Tidak mungkin orang-orang yang memiliki kehormatan seperti kalangan Ahlul Bait akan menikah dengan orang-orang yang dianggap  pembunuh-pembunuh ayah, paman, atau kakeknya
Adanya hubungan perbesanan di antara Bani Hasyim dan Bani Umayyah, selepas terjadinya peperangan Shiffin dan juga selepas terjadinya peristiwa pembunuhan Sayyidina Husain di Karbala.  Tidak mungkin orang-orang yang memiliki kehormatan seperti kalangan Ahlul Bait akan menikah dengan orang-orang yang diketahui oleh mereka sebagai pembunuh-pembunuh atau orang-orang yang bertanggungjawab di dalam membunuh ayah, kakek, atau paman mereka Sayyidina Husain. Hubungan ini, selain menunjukkan pemerintah-pemerintah dari kalangan Bani Muawiyah dan Yazid sebagai orang yang tidak bersalah di dalam pembunuhan ini, juga menunjukkan mereka adalah golongan yang banyak berbudi kepada Ahlul Bait dan senantiasa menjalinkan ikatan kasih sayang di antara mereka dan Ahlul Bait.

contoh hubungan perbesanan ini ialah:
  1. Anak perempuan Sayyidina Ali sendiri bernama Ramlah telah menikah dengan anak Marwan bin Al Hakam yang bernama Muawiyah yaitu saudara Amirul Mukminin Abdul Malik bin Marwan. (Ibn Hazm, Jamharatu Al Ansab, halaman 80). 
  2. Seorang lagi anak perempuan Sayyidina Ali menikah dengan Amirul Mukminin Abdul Malik sendiri yaitu khalifah yang ke empat dari kerajaan Bani Umayah. (Al Bidayah Wa An Nihayah, jilid 9 halaman 69).
  3. Seorang lagi anak perempuan Sayyidina Ali yaitu Khadijah menikah dengan anak gubernur  ’Amir bin Kuraiz dari Bani Umayah bernama Abdul Rahman. (Jamharatu An Ansab, halaman 68). ‘Amir bin Kuraiz adalah gubernur pihak Muawiyah di Basrah dan dalam peperangan Jamal dia berada di pihak lawan Sayyidina Ali.
  4. Cucu Sayyidina Hasan bukan seorang dua orang saja yang telah menikah dengan pemimpin-pemimpin kerajaan Bani Umayah, bahkan sejarah telah mencatat 6 orang dari cucu beliau telah menikah dengan mereka yaitu:
  • Nafisah binti Zaid bin Hasan menikah dengan Amirul Mukminin Al Walid bin Abdul Malik bin Marwan. 
  • Zainab binti Hasan Al Mutsanna bin Hasan bin Ali juga telah menikah dengan Khalifah Al Walid bin Abdul Malik. Zainab ini adalah di antara orang yang turut serta di dalam rombongan Sayyidina Husain ke Kufah dan dia adalah salah seorang yang menyaksikan peristiwa pembunuhan Sayyidina Husain di Karbala dengan mata kepalanya sendiri.
  • Ummu Qasim binti Hasan Al Mutsanna bin Hasan bin Ali menikah dengan cucu Sayyidina Utsman yaitu Marwan bin Aban. Ummu Qasim ini selepas kematian suaminya Marwan menikah pula dengan Ali Zainal Abidin bin Al Husain.
  • Cucu perempuan Sayyidina Hasan yang keempat telah menikah dengan anak Marwan bin Al Hakam yaitu Muawiyah.
  • Cucu Sayyidina Hasan yang kelima bernama Hammaadah binti Hasan Al Mutsanna menikah dengan anak saudara Amirul Mukminin Marwan bin Al Hakam yaitu Ismail bin Abdul Malik.
  • Cucu Sayyidina Hasan yang keenam bernama Khadijah binti Husain bin Hasan bin Ali juga pernah menikah dengan Ismail bin Abdul Malik yang tersebut tadi sebelum sepupunya Hammaadah.

Perlu diingat bahwa semua mereka yang tersebut itu meninggalkan keturunan.  Dari kalangan anak cucu Sayyidina Husain pula banyak yang telah menjalinkan perkawinan dengan individu-individu dari keluarga Bani Umayah, antaranya ialah:


  1. Anak perempuan Sayyidina Husain yang terkenal bernama Sakinah. Setelah beberapa lama terbunuh suaminya, Mush’ab bin Zubair, beliau telah menikah dengan cucu Amirul Mukminin Marwan yaitu Al Asbagh bin Abdul Aziz bin Marwan. Asbagh ini adalah saudara dari Amirul Mukminin Umar bin Abdul Aziz, sedangkan isteri Asbagh yang kedua ialah anak dari Amirul Mukminin Yazid yaitu Ummu Yazid. (Jamharatu Al Ansab) 
  2. Sakinah anak Sayyidina Husain yang tersebut tadi pernah juga menikah dengan cucu Sayyidina Uthman yang bernama Zaid bin Amar bin Utsman.
  3. Sementara anak cucu kepada saudara-saudara Sayyidina Husain yaitu Abbas bin Ali dan lain-lain juga telah mengadakan perhubungan perbesanan dengan keluarga Umayah. Di antaranya yang bisa disebutkan ialah:
  • Cucu perempuan dari saudara Sayyidina Husain yaitu Abbas bin Ali bernama Nafisah binti Ubaidillah bin Abbas bin Ali menikah dengan cucu Amirul Mukminin Yazid yang bernama Abdullah bin Khalid bin Yazid bin Muawiyah. Kakek dari  Nafisah ini yaitu Abbas bin Ali adalah di antara orang yang ikut serta dalam rombongan Sayyidina Husain ke Kufah. Beliau terbunuh dalam pertempuran di medan Karbala .
Sekiranya benar cerita yang diambil oleh ahli-ahli sejarah dari Abu Mukhnaf, Hisyam dan lain–lain tentang kezaliman Yazid di Karbala yang dikatakan telah memerintahkan supaya tidak dibenarkan setitik pun air walaupun kepada anak–anak yang ikut serta dalam rombongan Sayyidina Husain itu sehingga mereka mati kehausan apakah mungkin perkawinan di antara cucu kepada Abbas ini terjadi dengan cucu Yazid. Apakah kekejaman–kekejaman yang tidak ada tolak bandingnya seperti yang digambarkan di dalam sejarah boleh dilupakan begitu mudah oleh anak–anak cucu orang–orang yang teraniaya di medan Karbala itu? Apa lagi jika dilihat kepada zaman terjadinya perkawinan mereka ini, bukan lagi di zaman kekuasaan keluarga Yazid, bahkan yang berkuasa pada ketika itu ialah keluarga Marwan. Di sana tidak terdapat satu pun alasan untuk kita mengatakan perkawinan itu terjadi secara kekerasan atau paksaan.

Perkawinan mereka membuktikan kisah–kisah kezaliman yang dilakukan oleh tentara Yazid kepada rombongan Sayyidina Husain itu cerita–cerita rekaan oleh Abu Mukhnaf, Al Kalbi dan anaknya Hisyam, dan lain–lain. 


Cucu perempuan dari saudara Sayyidina Husain, Muhammad bin Ali (yang terkenal dengan Muhammad bin Hanafiyah) bernama Lubabah menikah dengan Said bin Abdullah bin Amr bin Said bin Al Ash bin Umayah. Ayah Lubabah ini ialah Abu Hisyam Abdullah yang dipercayai sebagai imam oleh Syiah Kaisaniyah .

Demikianlah ringkasnya dikemukakan hubungan perbesanan yang berlaku di antara Bani Umaiyyah dan Bani Hasyim terutamanya dari anak cucu Sayyidina Ali, Hasan dan Husain. Hubungan perbesanan di antara mereka sangat banyak terdapat di dalam kitab-kitab Ansab dan sejarah. Pengetahuan lebih lanjut bisa dirujuk dari kitab–kitab seperti Jamratu Al Ansab, Nasbu Quraisy, Al Bidayah wa An Nihayah, Umdatu Al Thalib Fi Ansab Aal Abi Thalib, dan lain–lain.

LAH KELUARGA KETURUNAN AHLUL BAIT SAJA TIDAK DENDAM LALU APA LACURNYA SYIAH DENDAM-DENDAMAN?  TIDAK TAHU MALU AMAT! ITULAH TIDAK LAIN POLITIK UNTUK ADU DOMBA.

JADI KEMUNGKINAN BESAR PEMBUNUH HUSEIN, RA ADALAH SYIAH KUFAH, COCOK CIRI KHAS ORANG SYIAH YANG LICIK, TUKANG ADU DOMBA, MENGKAMBING HITAMKAN ORANG LAIN ATAS PERBUATAN BUSUKNYA.  HAL INI MASIH BISA ANDA LIHAT SIFAT-SIFATNYA SEKARANG DAN KEBUSUKAN HATINYA TIDAK LUNTUR OLEH JAMAN.

cuplikan: http://daulahislam.com

0 komentar: