![]() |
| JK - courtessy : tattotatouage.com |
Sebenarnya membangunkan orang sahur dari subuh menjadi kegiatan tahunan di bulan Ramadhan di Indonesia dan mungkin di negara lain seperti Malaysia. Di dekat rumah kami yang bangunkan adalah para hansip, mereka memakai TOA mini. Sungguh suatu pengalaman berbeda dari hari-hari sebelumnya, dan tidak mengganggu saya.
Hal menarik ketika salah seorang pejabat negeri ini melarang membangunkan orang sahur lebih awal jam 2 pagi karena sudah ada weker, dan sejenisnya. Dan memang hal itu ada benarnya, penggunaan weeker, alarm handphone sebaiknya digunakan terutama di tempat khusus, misal hotel, apartemen, dll. Namun di tempat-tempat yang masih wilayah pemukiman biasa padat penduduk maka nuansa jaman dulu masih ada, bahkan masyarakat di kota Jakarta masih melakukannya apalagi pelosok Indonesia? Teringat jika dikatakan suara kaset di mesjid adalah polusi suara, mungkin saja membangunkan orang untuk sahur dianggap polusi suara pula? coeg!
Saya pikir membangunkan orang buka puasa dengan berbagai macam bentuk misal suara manusia atau memukul benda tertentu mungkin atmosfer nya beda dengan menggunakan weeker. Mungkin membangunkan orang sahur tidak sepekak suara organ tunggal saat sunatan atau musik di acara perkawinan sampai jam 12 malam. Pelarangan-pelarangan seperti lebih cocok sebagai pancaran Islamophobia di rezim jokowi JK ini. Atau akal-akalan saja membelokkan perhatian dari belitan lilitan harga kebutuhan hidup yang semakin menjepit? Wallahu alam semoga rezim ini segera tobat atau lengser.

0 komentar:
Posting Komentar