Jokowi JK adalah Dusta ?
Pensare Review - Ngomong-ngomong soal politik dan apa kabar utang luar negeri? Kalau tidak salah dengar, dulu sempat ada yang sesumbar menolak utang luar negeri Indonesia, bahkan kalau diingat jaman pilpres dulu… masih ingat ga ada yang berbicara seperti ini: “ Tenang… Anggarannya ada, Dananya ada. Tinggal kita mau kerja atau tidak. Hanya itu, mau kerja atau enggak” . Inilah potret politikus yang asal bicara tanpa berpikir lebih dalam, gampangin sesuatu demi citra omong kosong yang dipuja otak melompong.Seperti yang dikemukakan Harian Terbit, masih belum lepas dalam ingatan rakyat Indonesia saat masa kampanye pemilihan presiden tahun lalu. Saat itu, Presiden Joko Widodo kerap melontarkan pernyataan bahwa pemerintahannya tidak akan berutang untuk membiayai belanja negara. Bahkan Jokowi mengatakan, belanja negara dibiayai dengan uang yang ada tanpa harus mengandalkan utang. "Pembekuan belanja, tidak perlu belanja terlalu over. Artinya uang yang ada ini dibelanjakan, uang yang ada saja yang dibelanjakan," ungkapnya di Balai Kota DKI Jakarta, Selasa (19/8) tahun lalu.
Sayangnya,lain dulu lain sekarang dan Jokowi pun akhirnya menambah utang Republik Indonesia. Bak menjilat ludahnya sendiri, dimana kala itu ia menyatakan tidak perlu 'ngutang' dan menggunakan APBN secara efisien dan tepat sasaran.
Berdasarkan penelusuran Harian Terbit pada Senin (29/6/2015), kini dengan berjalannya pemerintahan Jokowi pada bulan ke 8 ini, utang luar negeri pemerintah justru mengalami kenaikan. Bahkan kenaikan utang luar negeri pemerintah lebih tinggi dibandingkan kenaikan utang swasta. Selama tujuh bulan Jokowi - JK memimpin negara, utang luar negeri pemerintah melonjak tajam. Hal ini terlihat dari data statistik utang luar negeri yang dikeluarkan Bank Indonesia.
Posisi utang luar negeri pemerintah pada Maret 2014 tercatat USD 298,061 juta. Posisi terakhir utang luar negeri pemerintah atau per April 2015 sebesar USD 299,843 juta. Terjadi kenaikan sekitar USD 1,782 juta. Dan yang paling menakjuban,sebagian utang Indonesia yakni meminjam dari Singapura sebesar USD 289 Juta, Jepang dengan USD 206 Juta dan Tiongkok USD 296 Juta. Sementara untuk level organisasi perbankan internasional Indonesia meminjam di IDB sebesar USD 3 juta, IFAD dengan USD 3 juta, IMF sebesar USD 27 Juta dan lainnya USD 258 juta.
Sekedar informasi, Bank Indonesia (BI) melaporkan Utang Luar Negeri (ULN) Indonesia pada Maret 2014 mencapai 276,5 miliar dollar AS, naik 4,4 miliar dollar AS dibanding Februari 2014.
Berdasarkan penelusuran Harian Terbit pada Senin (29/6/2015), kini dengan berjalannya pemerintahan Jokowi pada bulan ke 8 ini, utang luar negeri pemerintah justru mengalami kenaikan. Bahkan kenaikan utang luar negeri pemerintah lebih tinggi dibandingkan kenaikan utang swasta. Selama tujuh bulan Jokowi - JK memimpin negara, utang luar negeri pemerintah melonjak tajam. Hal ini terlihat dari data statistik utang luar negeri yang dikeluarkan Bank Indonesia.
Posisi utang luar negeri pemerintah pada Maret 2014 tercatat USD 298,061 juta. Posisi terakhir utang luar negeri pemerintah atau per April 2015 sebesar USD 299,843 juta. Terjadi kenaikan sekitar USD 1,782 juta. Dan yang paling menakjuban,sebagian utang Indonesia yakni meminjam dari Singapura sebesar USD 289 Juta, Jepang dengan USD 206 Juta dan Tiongkok USD 296 Juta. Sementara untuk level organisasi perbankan internasional Indonesia meminjam di IDB sebesar USD 3 juta, IFAD dengan USD 3 juta, IMF sebesar USD 27 Juta dan lainnya USD 258 juta.
Sekedar informasi, Bank Indonesia (BI) melaporkan Utang Luar Negeri (ULN) Indonesia pada Maret 2014 mencapai 276,5 miliar dollar AS, naik 4,4 miliar dollar AS dibanding Februari 2014.
Jokowi JK secara tegas menolak hutang ?
Sedangkan menurut Liputan6.com, Sekretaris Jenderal (Sekjen) PDI Perjuangan, Tjahjo Kumolo menyatakan Joko Widodo (Jokowi)-Jusuf Kalla (JK) secara tegas akan menolak penambahan utang luar negeri baru apabila terpilih menjadi Presiden dan Wakil Presiden (Wapres) di periode 2014-2019. Hal ini tertuang dalam visi misi Jokowi-JK.
Menurutnya, Jokowi-JK mempunyai visi misi untuk menjalankan sejumlah program di bidang ekonomi dalam jangka pendek, menengah dan panjang. Program tersebut, berharap dapat direalisasikan secepatnya jika resmi memimpin negara ini. "Kita mau mandiri, sehingga segala bentuk proses pembangunan pendidikan, infrastruktur harus menggunakan dana sendiri. Menolak bentuk utang baru supaya bisa mengurangi beban utang setiap tahun," jelasnya saat ditemui di Gedung DPR, Selasa (3/6/2014).
Bahkan media yang sangat getol mencitrakan Jokowi sejak Pilgub DKI yaitu merdeka.com dengan berbusa mencitrakan :
Merdeka.com - PDIP memastikan capres Jokowi akan melaksanakan ajaran trisaksi yang diajarkan Bung Karno jika terpilih menjadi presiden. Jokowi akan menjadikan Indonesia negara yang berdaulat. "Terbukti Jokowi enggak mau menerima utang luar negeri. Dalam bidang ekonomi terbukti Jokowi punya komitmen membangun ekonomi kerakyatan, dan revolusi mental sangat penting menunjukkan identitas budaya nasional," kata Ketua DPP PDIP Bidang Pemuda dan Olah raga Maruarar Sirait , Sabtu (7/6).
jilat ludah sendiri ?
Delapan bulan pemerintahan Jokowi-JK telah menghasilkan utang luar negeri yang fantastis yaitu Rp 850 triliun. Artinya, persentasi keberhasilan pemerintahan Jokowi meminjam uang rata-rata perbulannya Rp 106,25 triliun.
Saat ini pinjaman tersebut didatangkan dari China sebesar Rp. 650 triliun, Bank Dunia Rp 143 triliun, dan Islamic Development Bank (IDB) Rp 66 triliun.
“Sungguh ironis kalau seorang Presiden hobinya pinjam hutang, pantas saja ketika debat Pilpres 2014 yang lalu Jokowi dengan enteng mengatakan uang Rp 40 triliun mudah dicari padahal kondisi ekonomi kita belum pasti, ternyata mudahnya itu dengan cara berutang,” kata Direktur Eksekutif Nurjaman Center for Indonesian Democracy (NCID) Jajat Nurjaman, Jumat (3/7).
Menurutnya, Jokowi-JK mempunyai visi misi untuk menjalankan sejumlah program di bidang ekonomi dalam jangka pendek, menengah dan panjang. Program tersebut, berharap dapat direalisasikan secepatnya jika resmi memimpin negara ini. "Kita mau mandiri, sehingga segala bentuk proses pembangunan pendidikan, infrastruktur harus menggunakan dana sendiri. Menolak bentuk utang baru supaya bisa mengurangi beban utang setiap tahun," jelasnya saat ditemui di Gedung DPR, Selasa (3/6/2014).
Bahkan media yang sangat getol mencitrakan Jokowi sejak Pilgub DKI yaitu merdeka.com dengan berbusa mencitrakan :
Merdeka.com - PDIP memastikan capres Jokowi akan melaksanakan ajaran trisaksi yang diajarkan Bung Karno jika terpilih menjadi presiden. Jokowi akan menjadikan Indonesia negara yang berdaulat. "Terbukti Jokowi enggak mau menerima utang luar negeri. Dalam bidang ekonomi terbukti Jokowi punya komitmen membangun ekonomi kerakyatan, dan revolusi mental sangat penting menunjukkan identitas budaya nasional," kata Ketua DPP PDIP Bidang Pemuda dan Olah raga Maruarar Sirait , Sabtu (7/6).
jilat ludah sendiri ?
Delapan bulan pemerintahan Jokowi-JK telah menghasilkan utang luar negeri yang fantastis yaitu Rp 850 triliun. Artinya, persentasi keberhasilan pemerintahan Jokowi meminjam uang rata-rata perbulannya Rp 106,25 triliun.
Saat ini pinjaman tersebut didatangkan dari China sebesar Rp. 650 triliun, Bank Dunia Rp 143 triliun, dan Islamic Development Bank (IDB) Rp 66 triliun.
“Sungguh ironis kalau seorang Presiden hobinya pinjam hutang, pantas saja ketika debat Pilpres 2014 yang lalu Jokowi dengan enteng mengatakan uang Rp 40 triliun mudah dicari padahal kondisi ekonomi kita belum pasti, ternyata mudahnya itu dengan cara berutang,” kata Direktur Eksekutif Nurjaman Center for Indonesian Democracy (NCID) Jajat Nurjaman, Jumat (3/7).
