Masih teringat seorang Presiden Partai Yang di penjara karena Kasus Sapi Impor, lalu siapa yang doyan impor sapi / daging sapi? dan terbukti sudah beberapa kali rezim jokowi impor sapi bahkan menambah kuota impor. Siapa yang doyan impor sapi? Mana keberanian hentikan impor sapi saat kampanye?
Masih ingat? Pemerintahan Jokowi-JK baru berjalan hampir dua bulan namun pemerintah
sudah membuat kebijakan untuk impor sapi asal Australia hingga 264 ribu
ekor pada kuartal empat tahun ini. Jumlah ini meningkat tajam dari
perkiraan awal sekitar 136 ribu ekor.
Padahal jika dicermati kebijakan pemerintah Joko Widodo ini sangat bertolak
belakang dengan apa yang diucapkannya sewaktu masih menjadi calon
presiden pada bulan Maret 2014. Saat itu, di sela-sela blusukan di Pasar
Cipanas, Cianjur Jawa Barat. Jokowi mengatakan bahwa Indonesia harus
punya keberanian untuk menghentikan impor daging sapi. Indonesia
memiliki kemampuan untuk menciptakan swasembada daging yang sepenuhnya
bergantung pada produksi dalam negeri. “Kita harus punya keberanian
untuk beralih dari konsumsi ke produksi. Selama ini kita tidak berani
berproduksi karena tidak ada kemauan,” kata Jokowi saat itu.
Jokowi juga mengatakan Indonesia tidak usah takut kekurangan pasokan karena ada peternakan dengan produksi sapi yang cukup di Nusa Tenggara. Karena itu, kata Jokowi, swasembada daging sapi bisa terwujud jika program ini dikerjakan secara serius. "Bukan sesuatu yang sulit," ujar Jokowi.
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Darmin Nasution, mengungkapkan pemerintah akan impor sapi sebanyak 600.000 ekor tahun 2016. Pasalnya, kebutuhan konsumsi sapi masyarakat Indonesia mencapai 675 ton. Berdasarkan pasokan di Kementerian Pertanian dan Bulog diperkirakan ada 416.000 ton. Sehingga impornya akan mencapai 238.000 ton untuk tahun depan. "Secara ekor, mungkin kita akan impor 600.000 ekor. Nah, walaupun kami baru membuat untuk operasional baru satu semester dimana kuartal pertama kami perkirakan sedikit lebih banyak yaitu 200.000 ekor baru di bulan berikutnya 150.000," kata Darmin di Jakarta, Kamis (31/12, http://balikpapan.prokal.co).
Lalu kemana fungsi tol laut yang diagung-agung sampai berbusa itu yang bisa memperlancar transportasi barang termasuk sapi antar pulau, kalau memang tol laut berfungsi baik maka impor sapi dipertanyakan. Kenapa mesti impor? bukankah ada tol laut yang katanya mempersingkat waktu.
Katanya berani hentikan impor sapi? mana? politikus cuma mulut manis saat kampanye dan setelah terpilih dusta ditonjolkan.

0 komentar:
Posting Komentar