Sabtu, 01 Oktober 2016

Videotron Porno melalui link browser bukan lewat USB seperti kata Ahok

Berikut ini adalah cuplikan berita kompas
KOMPAS.com — Pada Jumat (30/9/2016) siang, sebuah videotron alias papan billboard digital di wilayah Jakarta Selatan tiba-tiba menayangkan video syur. Tayangan video berisi jendela peramban yang setengah terpotong itu menampilkan sosok wanita yang sedang melakukan adegan intim dengan seorang pria.  Hal tersebut sontak menarik perhatian orang-orang di sekitar videotron bersangkutan. Netizen pun merekam lewat ponsel lalu mengunggahnya ke Twitter, kemudian tayangan itu segera beredar luas dan memicu kehebohan.

Pengamatan KompasTekno, videotron yang menayangkan adegan yang tak senonoh di muka publik itu berada di dekat persimpangan Jalan Wijaya I dan Jalan Prapanca Raya, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan.  Kejadian serupa pernah terjadi di China. Pada 2013 lalu, seorang teknisi tak sengaja menonton video porno di komputernya yang masih terhubung ke videotron.

Memang sebelumnya PEMDA DKI akan menghapus billboard dan videotron di pinggir jalan kota Jakarta, dan justru itu lebih baik ditinjau dari sisi keamanan pengguna jalan.  Karena banyak kasus billboard tumbang dihempas angin.  Untuk kasus videotron belum ada kasus tumbang karena angin karena konstruksi videotron lebih kuat dan lebih rendah dibanding rangka billboard yang umumnya menjulang.





Menurut Ahok video tersebut dari USB
Dari gambar di atas sangat jelas menunjukkan tayangan lewat browser semacam Mozilla atau Chrome  bukan lewat tools pemutar video semisal media player atau windows media player yang bisa memutar video dari drive atau USB.   Berikut ini cuplikan komentar Ahok dari  sumut.pojoksatu.id :
"Izinnya berhenti gitu kok, meski pajaknya sampai bulan depan. Tapi intinya terkait kasus itu polisi lagi selidikin. Itu kan sistem manual, jadi ada yang colokin videonya dari USB. Itu sederhana dengan colok USB," tutur Ahok.

Kesimpulan :
Kemungkinan video berasal dari teknisi bukan URL porno dari komputer pusat yang tersambung ke videotron.



0 komentar: