Jumat, 18 November 2016

Trump Menang : Berarti Perang Semakin Bergejolak

Kebijakan luar negeri AS secara tradisional relatif konsisten antara administrasi Demokrat dan Republik. sekutu kunci selalu kekuatan Barat lainnya seperti Inggris, Prancis. Sekutu di timur tengah yang-dan terus tetap-negara seperti Israel, Arab Saudi dan Bahrain.

Salah satu perbedaan presiden dari Partai Demokrat dan Partai Republik Amerika Serikat adalah tentang sikap pada isu-isu militer.  Jika Presiden dari Partai Demokrat cenderung menekan anggaran belanja militer sedangkan Presiden dari Partai Republik umumnya meningkatkan anggaran militer.  Ini sudah menjadi sejarah Amerika Serikat dan bisa kita bandingkan semangat invasi militer Presiden dari Partai Republik seperti Bush, sr dan Bush, jr yang menginvasi Irak, Afghanistan, dll.  Sedangkan Presiden dari Partai Demokrat cenderung ingin Amerika tidak terlibat banyak perang, misal Obama dari Partai Demokrat yang menarik tentara dari Irak dan berencana menarik tentara dari Afghanistan.


Beberapa tambahan perbedaan berdasarkan penanganan pemerintahan, misal Obama (demokrat) dengan  negara-negara tertentu.   Contohnya, Israel dan AS  merupakan sekutu yang kuat tapi hubungan antara Obama dari partai Demokrat dan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu telah tegang. Sebuah kontributor utama ketegangan ini adalah kebijakan pemerintahan Obama terhadap Iran.  AS memperketat sanksi terhadap Iran di semester pertama tapi merundingkan kesepakatan dalam jangka kedua yang memungkinkan inspeksi internasional fasilitas nuklir Iran.   AS dan Iran juga menemukan titik temu terhadap ancaman dari ISIS.  Pemulihan hubungan Amerika-Iran membuat kesal kalangan tradisional Israel, meskipun untuk semua tujuan praktis Israel dan AS tetap sekutu setia. Republik di Kongres menentang kesepakatan Iran dan pelonggaran sanksi terhadap Iran. Mereka juga mengundang Netanyahu untuk menyampaikan pidato melawan kesepakatan.

 Tentang hubungan dengan negara lain misal Kuba di mana pemerintahan Demokrat Obama terbalik kebijakan AS selama ini, walau  politisi Republik Rand Paul mendukung mencairkan hubungan dengan Kuba tetapi pendapatnya tidak dimiliki oleh mayoritas Partai Republik. Republiken seperti calon presiden Marco Rubio dan Ted Cruz telah secara terbuka menentang normalisasi hubungan dengan Kuba. 

Hal yang menjadi tanda-tanda bahwa Amerika semakin agresif berperang adalah Presiden terpilih Donald Trump  memilih tokoh penghasut sayap kanan Stephen Bannon sebagai penasihat kuncinya di Gedung Putih.   Stephen Bannon  adalah tokoh supremasi kulit putih yang tentunya anti kulit warna.  Kita tunggu negara mana lagi sebagai arena perang, yang sudah jelas perang Suriah kemungkinan semakin membara mungkin saja menjadi tiket terjadinya Perang Dunia III. 

0 komentar: