Rabu, 26 Oktober 2016

Waspada China Daratan dan Kaki Tangannya membanjiri Indonesia dengan Narkotika

PENSARE - Pengamat politik Renaissance Foundation, Amir Hamzah, mengingatkan agar aparat keamanan dan intelijen lebih meningkatkan kewaspadaan terhadap adanya kebijakan revitalisasi “Kota Tua” seluas 600 hektar dan kebijakan reklamasi 5100 Ha di Kawasan Utara Jakarta.
pulau reklamasi di Jakarta Utara dari A sampai Q
Mengutip Intelejen.co, Amir Hamzah mensinyalir, kawasan utara Jakarta berpotensi untuk dimanfaatkan oleh kaki tangan jaringan narkoba Cina Daratan. “Harus diwaspadai jaringan narkoba asal Cina Daratan karena mereka mempunyai agenda untuk menghancurkan bangsa ini melalui barang haram itu,” tegas Amir, Senin (16/3/2015).

Kawasan yang dimaksud Amir Hamzah adalah sepanjang Pantai Pluit, Muara Baru dan Muara Karang. “Secara geostrategi dan geoekonomi kawasan utara Jakarta, khususnya sepanjang Pantai Pluit, Muara Baru dan Muara Karang berpotensi untuk dimanfaatkan oleh kaki tangan dalam negeri dari jaringan narkoba Cina ini,” papar Amir.

Menurut Amir, jaringan narkoba asal Cina Daratan ini tidak mungkin bisa beroperasi secara laten tanpa dukungan kaki tangan di dalam negeri yang kebanyakan warga Cina. Kebijakan revitalisasi Kota Tua dan reklamasi, kata Amir, memunculkan resistensi signifikan terhadap keamanan dan kedaulatan NKRI.

“Sekalipun secara ekonomis kedua kebijakan tersebut akan melahirkan keuntungan secara materi namun untuk jangka panjang dari sudut pandang geostrategi dan geopolitik hal tersebut dapat menimbulkan resistensi signifikan keamanan dan kedaulatan NKRI,” tegas Amir.

Amir juga menyebutkan data tersangka ataupun terpidana kasus narkoba sebagian besar pelakunya berasal dari Cina Daratan. “Munculnya jaringan narkoba dalam jumlah besar yang pelakunya sebagian besar berasal dari Cina Daratan, sepatutnya mendapat perhatian serius dari aparat pertahanan dan keamanan negara,” ungkap Amir.

Di sisi lain, Amir mengapresiasi petugas Badan Narkotika Nasional (BNN) yang berhasil membongkar jaringan narkoba asal Cina daratan. “Dalam kaitan itu kita patut angkat jempol kepada BNN yang beberapa waktu lalu berhasil membongkar jaringan narkoba asal Cina,” pungkas Amir.
BNN menyita narkotika jenis shabu-shabu seberat 49,35 kilogram yang berasal dari sindikat pengedar narkotika Indonesia dan Cina pada Jumat (13/03).  [sebagian dikutip  dari ar-rahmah]

berikut ini adalah salah satu perihal tentang penyelundupan Shabu :
Badan Narkotika Nasional (BNN) baru-baru ini membekuk 9 gembong narkotika yang membawa 800 kilogram sabu di Kalideres, Jakarta Barat. Menurut Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN) Komjen Pol Anang Iskandar, operasi itu adalah salah satu yang paling membanggakan (detik.com).  “800 kg itu yang terbesar dan spektakuler, saya kira tidak hanya di Indonesia tapi juga di dunia,” kata Anang kepada wartawan di Pengadilan Negeri Cibadak, Sukabumi, Jawa Barat, Senin (12/1/2015).

Seperti diketahui BNN telah mengungkap adanya sindikat pengiriman narkoba itu. Kepala BNN Komjen Budi Waseso menyatakan narkoba jenis sabu yang disimpan dalam sembilan pipa baja adalah hasil penggerebekan di kawasan Rawa Bebek, Penjaringan, Jakarta Utara, Selasa (14/6/2016) kiriman dari Guangzhou, Cina.
“Sindikat narkoba ini sudah yang ketiga kalinya mendapat kiriman dari Cina dalam bentuk pipa baja tebal yang berisi sabu,” kata Komjen Buwas (pojoksatu.id).

0 komentar: