Masih segar diingatan pada kampanye Pilgub DKI 2012 dimana petahana saat itu yaitu Fauzi Bowo mendapat apresiasi kuat dari masyarakat menjadi gubernur lagi. Namun suatu saat pernyataan Fauzi Bowo (Foke) dan Nachrowi Ramli (Nara) di acara Lebaran Betawi di Kelapa Gading, Jakarta Utara, Senin (10/9/2012) mengeluarkan pernyataan :
"Saya
pikir semua orang Betawi kompaklah kali ini, masa kagak kompak lagi.
Bener gak. Tapi kalau masih ada juga yang nekad ya gak pape, lu kasih
tahu aja ama saya entar saya cabut KTP-nye." (foke-nara)
Sebenarnya kita tidak terlalu mengetahui konteks ucapan “cabut KTP “ diucapkan namun ini adalah acara khusus orang Betawi. Secara umum kita tidak bisa menggeneralkan untuk semua warga Jakarta yang banyak suku. Ini adalah acara betawi dengan logat betawi tentunya. Bagi orang luar Jakarta mungkin pernah nonton sinetron Betawi “si Doel Anak Sekolahan” dimana dialognya terbuka, blak-blakan, kadang bercanda sedikit kasar, namun kadang juga perangai halus tapi itulah orang betawi.
Tapi pendukung Jokowi Ahok seperti seperti mendapat durian runtuh, mendapat angin segar dan mem blow-up cerita cabut KTP di lebaran betawi tersebut menjadi konsumsi umum yang tentunya mendapat reaksi ketersinggungan meluas di masyarakat dan citra foke-nara menurun waktu itu. Jasmev, dkk sukses membulli foke-nara.
Dan sekarang Ahok dan sejumlah jajaran Pemerintah Provinsi DKI Jakarta pernah berkunjung ke Kepulauan Seribu yang merupakan bagian dari wilayah DKI Jakarta. Di hadapan para warga yang menghadiri acara tersebut, Ahok menyampaikan statemen 'dibohongin pake surat Al Maidah 51' yang tentunya mendapat reaksi luas dari kalangan umat Islam. Berikut adalah video Ahok di pulau Seribu.
Calon gubernur petahana DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok)
dianggap telah melecehkan kitab suci agama Islam. Sekarang Ahok siap-siap jadi pecundang jika kasus ini ber larut-larut. Efek menghina Al-Qur'an lebih berat dibanding kata cabut KTP karena Islam tidak dianut suku betawi saja.
JASMEV (Jokowi-Ahok Social Media Volunteers) Para pemuja dan pendukung Ahok silahkan nikmati karma kalian, dulu kalian berjaya menghujat orang tidak pada tempatnya. Sekarang junjungan kalian Ahok yang kena batunya.
0 komentar:
Posting Komentar