PENSARE - Patah hati ? Pria lebih kecenderung menderita patah hati dibanding wanita? masalah terbesar dengan cinta adalah kadang harus berakhir. Ketika cinta berakhir, efek dari kehilangan yang menghancurkan seseorang. Sungguh menyakitkan kehilangan orang yang kita cintai seperti berkeping-keping dan kemudian harus mengambil potongan-potongan itu dirangkai kembali fungsinya di dunia nyata. Apakah anda menyebutnya itu adalah patah hati? Ya sesuatu yang sulit kembali bahkan tidak akan kembali. Semua bisa sepakat bahwa ketika datang ke perpisahan, alasan utama karena pasangan anda. Ya benar! Kita memang cenderung saling menyalahkan.
![]() |
| (gambar : with1shoe.com) |
Pria bisa lebih menderita tapi tidak benar-benar menderita
Anggapan umum mungkin berlaku bahwa wanita lah yang paling terhempas jika masalah asmara gagal. Namun tidak bahkan bahwa laki-laki juga rentan terhadap patah hati, beberapa pelitian membuktikan bahwa pria cenderung terpukul ketika mereka gagal dalam kehidupan cinta mereka. Mengapa laki-laki terpukul? Karena ego kehilangan “milik” kesayangan, nafsu memiliki laki-laki memang besar, bahkan dari sejak kecil sudah belajar untuk mempertahankan mainan kesayangan agar tidak dirusak saudaranya atau teman-temannya. Ya laki-laki memang bisa lebih menderita karena laki-laki harus melawan egonya lebih dulu yaitu “ego memiliki”. Menurut beberapa psikolog bahwa "perempuan lebih cenderung memutuskan hubungan, dan laki-laki memiliki kecenderungan untuk melebih-lebihkan kepentingan wanita, yang berarti SEMESTINYA laki-laki-laki juga bisa menepis karena menderita sering ditolak? Benar tidak?.
Wanita lebih menderita tapi tidak benar-benar menderita
Menurut beberapa psikolog bahwa "perempuan lebih cenderung memutuskan hubungan cinta. Ya memang perempuan dirahmati kemampuan untuk berpikir pragmatis. Wanita bisa mengorbankan cinta untuk persoalan yang lebih urgen (mendesak) menurutnya. Mungkin bukan sebuah cerita jika seorang pria patah hatih karena kekasihnya menikah? Bukan hal aneh karena perempuan bisa membuat keputusan seperti itu, keputusan fragmatis. Wanita cenderung lebih dekat dengan permasalahan dalam keluarga sebagai seorang anak, mungkin karena kasihan lihat orang tuanya? mungkin karena laki-laki yang melamar dianggap bisa menghidupi dirinya dan anak-anaknya kelak? Ya sudahlah.
Wanita lebih cepat pulih karena mudah curhat, makan, dll.
Keunggulan wanita adalah cepat beralih ke teman-teman mereka untuk curhat kesedihan mereka. Jika anda punya teman manita yang lagi patah hati maka siap-siaplah waktu melelahkan menerima panggilan curhat, tapi jangan khawatir, anda bisa juga menjadi kelelawar begadang yang tak terelakkan untuk mendengar sekaligus menjadi psikolog dadakan. Kalau laki-laki paling curhat di facebook, twitter, dll. itupun kalau mau turun gengsi tidak mau dibilang cengeng, hehehehhe… Ya memang seorang laki-laki tidak suka membebani temannya.
Jika perut lapar memang bisa membuat pikiran cepat sensitif, beruntunglah wanita yang lebih potensial melampiaskan keresahan hatinya lewat makanan. Hehehehehe… namun pada pria tidak selalu seperti itu selera makannya, karena terkadang laki-laki lebih membenamkan diri dalam hobby atau pekerjaannya. Laki-laki cenderung menjadi workaholic untuk melupakan keresahan hatinya, laki-laki lebih suka menjumpai temannya tentang suatu pekerjaan daripada tentang curhat-curhatan.
Laki-laki memilih remuk redam dari dalam
Patah hati bagi laki-laki karena ego hitung-hitungan ketika mereka berada dalam suatu hubungan yang cenderung gagal yaitu merasa kalah dan kehilangan. Tidak seperti wanita, pria merasa sulit untuk melampiaskan perasaan mereka kepada teman-teman atau keluarga mereka. Jadi mitos bahwa hanya perempuan lebih menderita patah hati adalah salah. Pria lebih rentan terhadap patah hati karena ego mereka dan harga diri sering dipertanyakan ketika hubungannya tidak berhasil. Seorang pria sangat rahasia tentang perasaannya. Ia cenderung untuk dalam dirinya sampai mendapatkan lebih dari itu benar-benar.
"PRIA TIDAK MENANGISI KISAH CINTA YANG GAGAL DALAM HATINYA MAUPUN DI MATANYA".
Laki-laki memilih remuk redam dari dalam dan menunjukkan berbagai jenis gejala penarikan seperti pola makan kurang baik, olah raga ekstrim, membenamkan diri dalam pekerjaan ekstra, tidak tidur dan mengambil rokok - alkohol."
Kembali ke masalah Ego Memiliki
Seorang pria membutuhkan waktu lebih lama untuk mendapatkan perasaan akrab emosional untuk pasangannya. Ketika pria benar-benar jatuh cinta dengan seorang gadis, pria menempatkan dirinya orang-orang yang “takut kehilangan” hal yang berharga yang dianggap miliknya.
Rewind ke masa lalu : masih ingat waktu kecil jika mainan anda dirusak orang, walau orang tua kita sudah ganti yang baru anda tetap kesal dan marah? Karena yang lama itu tetap milik saya! milik saya !! …milik saya… haha.
(penulis : muhammad irwan - pensare.web.id)
