![]() |
| courtessy : crossfit-u.com |
Berhenti makan ketika mulai merasa kekenyangan adalah salah satu langkah yang paling penting untuk menjaga berat badan dan kesehatan. Wilayah Okinawa Jepang terkenal memiliki harapan hidup terpanjang di dunia - secara tradisional mematuhi praktek makan sampai hanya 80 persen dari lambung; kebiasaan dikenal sebagai hara hachi bu.
Diet
Okinawa tradisional, dengan penekanan pada sayuran, biji-bijian,
buah-buahan, kacang-kacangan (makanan kedelai) dan ikan dengan jumlah
terbatas, daging tanpa lemak berfungsi sebagai model untuk makan sehat
dan masa tua yang sehat, selain itu hara hachi bu juga dapat mengurangi risiko penyakit
jantung / kardiovaskular serta meminimalkan produksi radikal bebas. Radikal bebas adalah molekul yang merusak sel yang dihasilkan terutama
oleh metabolisme tubuh kita ketika kita membuat energi dari makanan.Kebiasaan
budaya Okinawa untuk mengontrol kalori ini dengan kebiasaan mereka makan
diet nabati yang kaya antioksidan. Entanglement makan setelah dirasa telah cukup 80%. Strategi ini juga sangat baik
untuk menghindari obesitas tanpa lapar karena peregangan reseptor
lambung memakan waktu sekitar 20 menit untuk memberitahu tubuh bahwa 20 menit setelah berhenti
benar-benar merasa kenyang.
Wilayah Okinawa, tingkat penyakit jantung 80% lebih rendah, dan tingkat stroke lebih rendah daripada di AS. Kadar kolesterol biasanya di bawah 180, tingkat homocystein yang rendah dan tekanan darah pada tingkat tujuan. Tarif kanker adalah 50-80% lebih rendah - terutama payudara, usus besar, ovarium dan kanker prostat. Patah tulang panggul yang 20% lebih rendah dari daratan Jepang dan 40% lebih rendah daripada di AS.
Namun, orang Okinawa yang mengadopsi gaya makan Barat memiliki tingkat yang sama dari penyakit jantung di AS. Anak muda Okinawa yang makan lebih banyak makanan olahan, memiliki risiko lebih tinggi penyakit jantung dibandingkan saudara tua mereka. Sebuah studi dari 100.000 Okinawa yang pindah ke Brasil dan mengadopsi kebiasaan makan lokal, menunjukkan harapan hidup 17 tahun lebih rendah daripada di Okinawa. Singkatnya, pendekatan diet Okinawa adalah kesadaran: makan sampai anda 80% lambung penuh.
Tinjauan menurut ajaran Islam
Diet Okinawa juga mirip menurut apa yang dijabarkan dalam ajaran Islam bahwa jangan makan sampai kekenyangan (terlalu kenyang). Maknanya ini sebagaimana hadits dan penjelasan ulama bahwa, Rasulullah shallallahi ‘alaihi wa sallam bersabda,
ما ملأ آدميٌّ وعاءً شرًّا من بطن، بحسب ابن آدم أكلات يُقمن صلبَه، فإن كان لا محالة، فثُلثٌ لطعامه، وثلثٌ لشرابه، وثلثٌ لنفَسِه
“Tidaklah anak Adam memenuhi wadah yang lebih buruk dari perut. Cukuplah bagi anak Adam memakan beberapa suapan untuk menegakkan punggungnya. Namun jika ia harus (melebihinya), hendaknya sepertiga perutnya (diisi) untuk makanan, sepertiga untuk minuman, dan sepertiga lagi untuk bernafas”.
Imam Asy-Syafi’i rahimahullah menjelaskan,
لان الشبع يثقل البدن، ويقسي القلب، ويزيل الفطنة، ويجلب النوم، ويضعف عن العبادة
“Karena kekenyangan membuat badan menjadi berat, hati menjadi keras, menghilangkan kecerdasan, membuat sering tidur dan lemah untuk beribadah”.
Bahkan kekenyangan hukumnya bisa haram, Ibnu Hajar rahimahullah berkata,
وما جاء من النهي عنه محمول على الشبع الذي يثقل المعدة ويثبط صاحبه عن القيام للعبادة ويفضي إلى البطر والأشر والنوم والكسل وقد تنتهي كراهته إلى التحريم بحسب ما يترتب عليه من المفسدة
“Larangan kekenyangan dimaksudkan pada kekenyangan yang membuat penuh perut dan membuat orangnya berat untuk melaksanakan ibadah dan membuat angkuh, bernafsu, banyak tidur dan malas. Bisa jadi hukumnya berubah dari makruh menjadi haram sesuai dengan dampak buruk yang ditimbulkan (misalnya membahayakan kesehatan)”.
Bibliography :
https://en.wikipedia.org/wiki/Hara_hachi_bu
http://okinawa-diet.com/okinawa_diet/hara_hachi_bu.html

0 komentar:
Posting Komentar