PENSARE - Sebelum membaca artikel ini silahkan lupakan bualan omong kosong orang syiah adalah anti Amerika dan Yahudi. Presiden AS Barack Obama akan duduk dengan rezim Syiah yaitu Perdana Menteri Irak Haider al-Abadi untuk berbicara tentang strategi untuk melawan Negara Islam. Presiden akan membuat gambaran apa yang ingin ia lakukan di Irak, termasuk membuat baik pada janji-janji untuk memberdayakan milisi Sunni dan suku-suku. Memang, ada banyak hal Amerika Serikat dapat lakukan untuk melawan Negara Islam seperti :
a. Mengontrol langsung pasokan senjata ke milisi Sunni seperti FSA dan Syrian National Council (SNC) yang dianggap moderat serta Anti IS,
b. Meningkatkan serangan udara.
c. Meningkatkan jumlah pasukan khusus dikerahkan di wilayah tersebut,
d. Menempatkan pasukan AS sebagai penasehat dan koordinator dengan unit tentara syiah Irak yang akan dikerahkan,
Sejauh ini Amerika hanya melakukan serangan udara atau mendukung oposisi moderat dan pemerintahan syiah Irak (photo credit : comicallyincorrect.com)
Namun sekarang Amerika tidak punya strategi yang jitu untuk mengalahkan daulah IS, ini menjadi pekerjaan rumah pekerjaan bagi pemerintahan Obama yang hanya mampu menarik pasukan dari Irak dan melakukan serangan Udara.
Sejauh ini serangan udara Amerika bersama negara Koalisinya belum mampu menundukkan IS (photo credit www.thefederalistpapers.org)
Tapi apapun yang tidak bisa lakukan untuk mengalahkan Negara Islam dan menghilangkannya dari Irak dan Suriah maka jalannya perang akan panjang dan walau AS sudah terbiasa perang yang sangat panjang maka perang panjang minim hasil seperti itu bukanlah defenisi kemenangan . Di sini adalah mengapa Amerika tidak bisa menang melawan Daulah IS :
1. DAULAH ISLAMIYAH HANYA BISA DILEMAHKAN TIDAK BISA DIKALAHKAN
Amerika Serikat mempunyai sejarah perang yang panjang dan melelahkan, perang Vietnam dengan dukungan senjata modern dan senjata WMD (Weapon Mass Destruction) tidak membuat Amerika menang di Vietnam walau jumlah korban di pihak Vietnam yang tewas tergolong lebih besar tapi Amerika harus keluar dengan kepala tertunduk kalah, perang Afghanistan yang berlarut pun demikian, tentara Amerika sudah siap pulang tanpa kemenangan bersama senjata-senjata yang super canggih misal drone yang untuk pertama kali digunakan dalam perang tidak membuat Taliban takluk, perang Iraq untuk mendongkel Saddam Husein memang berhasil menjatuhkan pemerintahan tersebut, namun bukan berarti memberangus karena hanya memunculkan bibit perlawanan dari mantan prajurit loyalis Saddam yang kemudian membawa Al-Qaedah ikut terjun dalam kancah perlawanan bersenjata yang berlarut-larut yang membuktikan Amerika tidak bisa dikatakan menang.
2. AMERIKA TIDAK BISA MENGONTROL PERDAGANGAN SENJATA KARENA BUKAN CUMA AMERIKA SEBAGAI PRODUSEN DI DUNIA INI
Daulah IS tergolong organisasi / negara yang kaya dan memiliki kemampuan membeli senjata disamping mendapat senjata gratis dari musuh yang dikalahkannya di medan tempur. Keberadaan perdagangan senjata di pasar gelap bukanlah cerita lagi bahkan di era 80-an di era Presiden Reagen terdapat skandal Iran Gate dimana AS menjual senjata ke Iran yang dianggap masyarakat AS sebagai “publik enemy”. Pasar gelap penjualan senjata tidak ada habisnya dan banyak pihak yang bersedia menjual senjata kepada yang bersedia membela tanpa pikir akibat yang penting senjata bisa dipasarkan, semakin panjang jalannya perang semakin menguntungkan bagi mereka karena selalu ada pasar yang bisa menyerap produk. Yang pasti Amerika sendiri tidak mengontrol semua perdagangan senjata di dunia ini.
Ada rumor bahwa ISIS buatan Amerika, tapi yang lebih memungkinkan Amerika melakukan pembiaran berkembangnya ISIS untuk keseimbangan kekuasaan di Timur Tengah plus agar terus bergejolak (photo credit : linkis.com)
3. NEGARA ISLAM AKAN MATI HANYA KETIKA TIMUR TENGAH DIROMBAK KEMBALI
ini tidak akan terjadi selama bertahun-tahun yang akan datang. Negara Islam, atau pendahulunya al Qaeda di Irak adalah pemberontak Sunni yang menantang invasi AS ke Irak dan serbuan rezim Syiah. Sekarang Daulah IS semakin kuat terutama akibat kekacauan regional, di mana tata kelola pemerintahan yang buruk di Irak dan Suriah. Penyebaran Negara Islam ke Yaman, Libya, dan Sinai tumbuh subur di hamparan kosong tanah dan gurun yang luas dan tidak terjaga hingga akses senjata dan uang hingga penyebaran ideologi Islam mampu menjembatani keluhan dari komunitas Sunni yang diperangi Amerika dan Syiah. Menaklukkan Daulah Islam diperlukan perubahan transformasional dalam Suriah dan Irak. Sebuah aspek penting dari perubahan pemerintahan yang baik akan memberdayakan masyarakat termasuk Sunni serta Syiah. Namun itu hanya angan-angan saja Daulah akan tetap eksis dan semakin kuat karena pemerintahan di Timur Tengah kebanyakan korup.
4. MENGALAHKAN ISIS MEMBUTUHKAN SOLUSI UNTUK MASALAH SURIAH
Daulah IS berbasis Irak tapi kekhalifahan diduga berada di Raqqa Suriah dan terus melakukan ekspansi merebut wilayah Suriah dan Iraq. Kebijakan brutal rezim Assad telah mendorong Daulah Islamiyah untuk mengembangkan dirinya lebih cepat. Barat dan negara Arab mungkin bisa melatih Sunni untuk menentang kelompok Daulah IS. Selanjutnya, sebagian besar Sunni anti ISIS ingin melawan Assad sudah jelas ISIS mungkin tidak membantu kelompok mujahidin Sunni yang memusuhinya agar mereka kekurangan energi dan tidak menjadi rongrongan besar bagi Daulah Islamiyah. Dalam kekacauan malah bisa membuat ISIS tumbuh subur. Jika perang Suriah dan Iraq bisa berakhir, Daulah Islamiyah akan tetap sebagai kekuatan terkuat di antara mujahidin di darat bahkan mengancam akan mengambil Damaskus lebih dulu ketimbang mujahidin dukungan negara Arab. Tanpa solusi yang tepat untuk Suriah dan tidak ada kemungkinan bisa mengalahkan ISIS yang juga telah menancapkan cengkremannya di Irak dan Suriah.
5. TIDAK ADA KEKUATAN MILITER REGIONAL MAMPU MENGALAHKAN ISIS
Solusi yang dianggap bisa mengalahkan ISIS adalah serangan multi nasional. Tapi tidak ada kekuatan, atau kombinasi dari kekuatan yang bersedia atau mampu mencapai tujuan ini. Gagasan koalisi negara Arab dengan AS menjadi eksperimen namun hanya sebatas serangan udara yang terbukti tidak efektif. Walau ditambah dengan kekuatan militer syiah Irak boneka Iran, seperti yang terlihat baru-baru ini di Ramadi, Tikrit Mosul ternyata daulah IS masih mengalahkan harapan para musuhnya. Pertimbangan politik sebagian besar Syiah hanya mempersenjatai suku dan milisi. Sedangkan Kurdi dengan Peshmerga terlalu lemah dan terlalu banyak gaya dan sok jago perang di berita media massa (seperti politikus Indonesia yang lebih banyak omong tapi kinerja rendah). Bahkan milisi Syiah Iran yang nampaknya memiliki banyak waktu masih sulit mengalahkan Negara Islam di daerah Sunni-mayoritas. Sebuah tentara nasional Irak yang efektif adalah jawaban - tapi untuk saat ini tampaknya menjadi mimpi yang jauh. Padahal Amerika sudah mengguyur dana milyaran dollar, senjata, dan pelatihan kepada tentara rezim syiah di Irak tapi masih keok melawan IS.
6. AMERIKA SERIKAT TIDAK MEMILIKI KEMAUAN UNTUK PERANG INI
Amerika mungkin bisa memukul mundur Negara Islam di medan perang di Irak atau di Suriah. Tapi kemungkinan Kongres Amerika mau bersedia untuk membuat komitmen yang diperlukan untuk mendorong pengiriman tentara besar-besaran tampak sangat kecil kemungkinan. Publik Amerika dan Kongres AS telah tumbuh menghindari risiko setelah bertahun-tahun investasi di Timur Tengah yang tidak membawa hasil yang nyata. Selain itu kekuatan militer hanya dianggap sebagai alat untuk mencapai tujuan politik yang berkelanjutan. Tidak ada cukup alasan untuk percaya bahwa Amerika dapat mengakhiri konflik di Irak atau Suriah karena sudah ada pelajaran di Irak atau Afghanistan selama sepuluh tahun terakhir ini ketika Amerika Serikat mengerahkan ratusan ribu tentara dan menghabiskan triliunan dolar hanya menjadi perjalanan perang ber larut-larut dan melelahkan.
Rezim Syiah Iraq dukungan Iran hanya menjadi sangsak tinju oleh IS (photo credit : www.koreatimes.co.kr)
SOLUSI SENJATA PEMUSNAH MASSAL (WMD = Weapon Mass Destruction) DAN NUKLIR
Ini bukan solusi yang gampang jika AS nekat menjatuhkan bom nuklir di Irak maka akan menjadi bumerang bagi AS akan kehilangan sekutu Arabnya karena radioaktif akan menyebar bukan hanya di Irak dan Suriah tapi juga negara tetangganya. Disamping itu korban sipil juga akan membludak dan menjadi bahan cercaan dunia Internasional. Sedangkan penggunaan senjata Kimia dan Biologi sudah merupakan pelanggaran Perang walau dipakai juga rezim Asaad, sudah jelas terlihat korban sipil yang jatuh jauh lebih banyak. Senjata WMD terbukti bukan alasan memenangkan perang karena ber ton-ton bahan ini dijatuhkan di vietnam toh tidak membuat Amerika menang.
Artikel ini hanya bersifat analis saja bukan suatu kemutlakan, butuh waktu hingga menjadi sejarah sebenarnya Selamat berpikir ! (pensare.web.id)
terima kasih telah membaca artikel ini,




0 komentar:
Posting Komentar