Kamis, 14 Januari 2016

8 Hal Lain Teror Bom dan Penembakan di Jakarta - False Flag

PENSARE - Tulisan ini hanya sekedar analisa dan berprinsip peristiwa yang terjadi pasti ada latar belakangnya, tiada api tanpa asap atau sebaliknya.  Namun sebelum ada hasil penyelidikan maka belum bisa dipastikan, tapi walau ada hasil penyelidikan tapi belum tentu faktanya bisa sampai dengan masyarakat karena media massa mainstream dan politik bisa mendistorsi berita. Di bawah ini hal-hal ini yang kemungkinan melatar belakangi peristiwa bom dan penembakan di Jakarta Indonesia tanggal 14 Januari 2016.  Kesimpulan sementara "Propaganda untuk menutupi motif sebenarnya"


1. Kontrak Tambang Freeport
Tanggal 14 januari 2016 waktu peledakan bom dan penembakan bersamaan dengan deadline penawaran kontrak / saham  Perusahaan Freport.   Peristiwa ini bisa berarti ancaman pihak kapitalis asing kepada Indonesia atau sekedar pengalihan isu agar masyarakat bisa dibodohi dan tidak fokus apapun hasil perjanjian tambang Freport Papua Indonesia.


2. Gerakan Fajar Nusantara (GAFATAR)
Gafatar adalah organisasi yang terlarang di Indonesia. Pelarangan tersebut semakin diperkuat dengan dikeluarkannya surat Ditjen Kesbangpol Kementerian Dalam Negeri RI Nomor 220/3657/D/III/2012 tangga 20 November 2012.  Momen bom ini bisa dipakai untuk menuduh Gafatar sebagai pelaku dan sekaligus alasan untuk memberangusnya.


3. TNI (Tentara Nasional Indonesia) versus POLRI (Polisi Republik Indonesia)
Sebenarnya ini bukan perselisihan institusi, tapi beberapa oknum kedua bela pihak terlibat beberapa bentrokan dan penganiayaan yang menyebabkan korban jiwa di beberapa wilayah Republik Indonesia.


4. Syiah
Syiah bisa saja menjadi aktor huru hara di Indonesia, Syiah adalah ajaran makar yang lebih patuh ke Iran daripada Indonesia, dan di setiap negara dimana mereka telah terkumpul suatu komunitas akan sering membuat kekacauan, dan dalam kekacauan mereka mengambil kesempatan untuk merebut kekuasaan.  Bukankah syiah di Indonesia sangat berminat menjadikan Indonesia sebagai ladang pembantaian seperti Suriah?


5. PKI (Partai Komunis Indonesia)
Boleh dikata PKI mulai bangkit dan leluasa di jaman rezim Jokowi ini, mereka sudah tidak malu-malu memperlihatkan eksistensi di khalayak dan media massa.  PKI sama dengan syiah ajaran makar “kacaukan lalu rebut kekuasaan”.


6. Kambing Hitam “Islam Teroris” "ISIS Teroris"
Seperti biasanya Islam dan ISIS adalah kambing hitam terbaik di dunia atas tuduhan terorisme walau Syiah, Israel negara Barat dan Amerika lebih teroris dan kejam dalam kerusakan dan jumlah korban.  Isu Islam Teroris - ISIS teroris sudah terjadi di kasus : Serangan hotel di Tunisia, Bom Mesjid Kuwait, Bom arab Saudi, charlie hebdo, Serangan Paris, Bom Turki, dll yang langsung menunjuk hidung ISIS pelakunya.
Isu teror mengatasnamakan dan fitnah Islam sudah banyak terjadi sebelumnya namun kecil kemungkinan untuk masa ini bukankah Densus sudah berkeliling Indonesia meneror umat Islam sampai pelosok daerah?


7. Menunjukkan Kelemahan Jokowi atau sebaliknya ?

 Jokowi adalah rezim yang kurang bagus dalam hal program ekonomi, itu kelemahan besar rezim jokowi dan fakta gejolak harga kebutuhan masyarakat semakin tinggi.  Sekali lagi isu bom bisa dibuat sebagai sindirian buat rezim jokowi bukan hanya tidak becus masalah ekonomi tapi tidak mampu mengantisipasi keamanan dalam negeri.
Maksudnya sebaliknya jika rezim jokowi akan menjadi tirani, dengan serangan seperti akan menjadi pembenaran untuk mengekang kebebasan rakyat sendiri. Sedikit-sedikit orang yang protes rezim akan dituduh teroris, dll.


8.  Bursa Saham dan Investasi
Adanya kekacauan dapat menyebakan harga saham turun, Perusahaan Besar seperti Freeport, dll bisa melakukan buy back besar-besaran di saat kondisi ini.   Dan bisa dijadikan momen para spekulan besar saham untuk membeli saham untuk dijual harga tinggi di masa aman.  Dengan adanya kekacauan minimal investor terutama investor luar takut berinvestasi di Indonesia.


Keterangan FALSE FLAG :
Operasi bendera palsu (False Flag) adalah operasi rahasia yang dilakukan oleh pemerintah atau kelompok organisasi yang dirancang untuk menipu publik sedemikian rupa bahwa operasi muncul seolah-olah mereka sedang dilakukan oleh entitas atau pihak lain.   Jadi serangan "Bendera Palsu" ini sama dengan  sandiwara atau serangan untuk memfitnah pihak tertentu atau pengalihan isu.