Sabtu, 16 Januari 2016

Sandiwara Bom Jakarta - False Flag

Pensare - Sebelum ada membaca artikel ini sebaiknya anda membaca lebih dulu "Memahami aksi terorisme"
Tujuan dari serangan false flag di Jakarta pada Januari 2016 ada empat yang bisa sebagai alasan yaitu (1) menyebarkan ketakutan, (2) mendiskreditkan, atau (3) pengalihan isu (4) Ekonomi.  Kami coba analisa berdasarkan foto dan berbagai berita, kami mainkan logika dan membuang jauh menjadi kerbau opini.  Dan saya kira para pembaca akan mengerti jika menggunakan otak bukan hasutan opini media mainstream.


Foto 1
Lingkaran merah : terduga teroris sedang santai nonton acara drama teroris...hehehe.


Foto 2.
Lingkaran Merah : Posisi yang dianggap teroris, posisi teroris bisa saja memang terjadi atau tidak jika dilakukan "by design" oleh pihak yang terkait operasi false flag dengan merekayasa foto untuk menggiring opini masyarakat, 

Lingkaran Kuning : Polisi? mengapa tidak melakukan langkah antisipasi dengan menembak tersangka? Apa polisi itu tidak punya senjata? Pistol?

Lingkaran Orange : Posisi yang dianggap massa sipil? Sungguh aneh melihat aksi menembak tanpa rasa panik sedikit pun, malah seperti menonton pawai..hehehehehe...Aneh !
Lingkaran Putih : Kenapa dia jatuh? jika dia korban kenapa yang lain tidak ada reaksi panik...

Mari kita lihat timeline kejadian menurut tempo.co
foto 3, foto 4, foto 5 dan foto 6




Foto 3 : Sama kejadian dengan foto 2,  dimana polisi tidak melakukan menembak terduga teroris.  Sedangkan lingkaran putih menunjukkan polisi tampak tidak melakukan reaksi bergerak untuk meringkus atau melumpuhkan terduga teroris.

Foto 4 : Massa bubar baru setelah terduga teroris melakukan aksi.  Bahkan polisi pun bubar? tidak melakukan aksi tembakan balasan?. Sedangkan lingkaran putih menunjukkan polisi ini tampak tidak melakukan reaksi tembakan balasan.


Foto 5 : Sedangkan lingkaran putih menunjukkan polisi ini tampak tidak melakukan reaksi tembakan balasan.


Foto 6 : lingkaran putih menunjukkan polisi ini tampak tidak melakukan reaksi tembakan balasan.  Bahkan saat terduga teroris bergerak berbalik arah meninggalkan kejadian dengan aman.   Padahal ini momen terbaik tanpa perlawanan tembakan balasan yang berarti.


Foto 7 dan foto 8
Lingkaran putih menunjukkan polisi tampak tidak melakukan reaksi tembakan balasan.  Bahkan saat terduga teroris menembak seorang polisi (lingkaran merah).


Foto 9


Hello ??? sejak kapan POLRI mengganti seragamnya baju Biru muda dan Celana Biru Tua 

Di atas, kita melihat tiga mayat, kiri bawah, di pos polisi yang diserang. Resmi dua penyerang tewas ketika mereka meledakkan bom bunuh diri saat mereka berkendara sepeda motor mereka ke pos polisi.

Secara resmi, tidak ada warga sipil atau polisi tewas di pos polisi. Tiga korban dalam foto mayat polisi terluka, penyerang mati atau mayat didatangkan dari beberapa instansi Rumah Sakit pemerintah?
Foto 10.
  

Lingkaran Biru : Polisi, dalam keadaan gambar seperti ini berarti situasi teror dalam proses berlangsung.

Lingkaran Merah :  Terduga teroris lagi santai-santai aja bro! siapkan serangan.. hehehehe  padahal situasi seperti ini? percayalah ratusan atau ribuan polisi mengawasi situasi dan mencurigai setiap titik, serta memperhatikan gerakan yang mencurigakan untuk antisipasi dampak lebih buruk.



 Foto 11.  
Terduga teroris santai aja di depan starbuck coffee...hehehehe.  Walau dikatakan foto ini sebelum serangan starbuck coffee,? Okelah ! Perlu diingat ledakan pertama adalah di gerai Starbucks, tapi orang ini masih melakukan aksi teror (lihat foto 2) dan masih menonton ledakan bom di pos polisi (lihat foto 1).  Mengapa orang ini leluasa keluar masuk starbuck coffee apalagi setelah melakukan aksi penembakan seperti di foto 2?


Berikut kronologi kejadian berdasarkan CCTV menurut media Kompas :

10.39.29: Ledakan pertama terjadi di gerai Starbucks.

10.39.40: Selang 11 detik kemudian terjadi ledakan kedua di Pospol Lantas di depan Gedung Sarinah dan ada orang-orang berlarian.

10.40.40: Antara 1 sampai 2 menit setelah ledakan, empat polisi lalu lintas datang ke Pospol dan disusul kemudian empat polisi lalu lintas lainnya.

Kedelapan polisi lalu lintas tersebut tidak menyadari bahwa yang meledak awalnya di gerai Starbucks Coffee karena informasi viahandy talkie (HT) mereka adalah di pos polisi sehingga yang dituju dan diamankan adalah pos polisi.

10.44.00: Jalan MH Thamrin pada kedua arah ditutup petugas.

10.48.00: Empat menit kemudian ada dua orang dengan membawa ransel muncul dari arah Starbucks Coffee atau dari kerumunan massa. Di depan kedua orang itu ada dua polisi di jalan. Kedua pelaku diduga Afif alias Sunakim dan Muhamad Ali.

Afif berjalan dari arah tiang listrik depan Starbucks Coffee ke tengah berjalan ke arah dua polisi di jalan dan langsung menembak kedua polisi tersebut.

Seorang pelaku lainnya berlari ke area dalam Starbucks Coffee dan menembak dua orang warga negara asing, yaitu Amer Quali Tahar (WN Kanada) dan Yohanes Antonius Maria.

10.58.00: Sejumlah polisi berdatangan dan mendekati area depan dan samping Starbucks Coffee. Terjadi empat ledakan susulan dan aksi baku tembak selama 11 menit antara sejumlah polisi dan pelaku.

Mulanya, pelaku melemparkan bom ke seorang polisi yang mendekat ke depan Starbucks Coffee. Lemparan kedua diarahkan pelaku ke mobil milik Kabag Operasional Polres Jakarta Pusat yang baru merapat ke lokasi.

Aksi baku tembak selama 11 menit antara pelaku yang bersembunyi di halaman parkir dan tepi kaca Starbucks Coffee dengan sejumlah polisi di luar Starbucks Coffee.

Terjadi dua ledakan susulan pada detik-detik terakhir. Seorang pelaku berupaya kembali melemparkan bom ke arah polisi, tetapi gagal karena lebih dulu terkena tembakan dari polisi.


Seorang pelaku lainnya juga berupaya melakukan hal yang sama, tetapi lebih dulu terkena tembakan polisi. Dengan begitu, kedua bom tersebut meledak di tangan kedua pelaku.
(Abdul Qodir, Kompas

Beberapa orang begitu naif dan bodoh berpikir bahwa sandiwara serangan false flag tidak menimbulkan korban jiwa, mungkin orang itu alay kebanyakan sinetron bohong-bohongan.  Mungkin mereka tidak tahu apa itu FALSE FLAG? operasi false flag merupakan operasi "by design" "operasi bukan maksud sebenarnya" untuk melancarkan fitnah kepada pihak tertentu, bahkan kalau perlu menyerang kelompok sendiri, negara sendiri agar pihak tertentu disalahkan.  

*) Bijaklah membaca semua berita atau informasi karena tidak semua berita adalah benar termasuk berita pensare


Jangan Lupa Baca :

8 Hal Lain Teror Bom dan Penembakan di Jakarta - False Flag
Memahami Aksi Terorisme, Patut Anda Baca !

Keterangan FALSE FLAG :
Operasi bendera palsu (False Flag) adalah operasi rahasia yang dilakukan oleh pemerintah atau kelompok organisasi yang dirancang untuk menipu publik sedemikian rupa bahwa operasi muncul seolah-olah mereka sedang dilakukan oleh entitas atau pihak lain.   Jadi serangan "Bendera Palsu" ini sama dengan  sandiwara atau serangan untuk memfitnah pihak tertentu.
Terima kasih telah membaca artikel ini :